Kehidupan … tak seperti bilangan matematika yang
jika kita hitung akan menentukan hasil dari bilngan tersebut! Hidup kita ini
tak bisa kita tebak begitu saja! Tapi tetap yakinlah , semua yang terjadi pada
hidup kita itu bukan kebetulan atau secara tiba-tiba. Percayalah, ini semua
pasti sudah direncankan! Tuhan pasti sudah merancang dan merencanakan semua
yang terjadi atau yang akan terjadi pada hidup kita! Tetaplah berdoa dan selalu
bersyukur akan semua yang terjadi pada hidup kita! Always Remember To God! *@aldaarach*
Keramaian Sang Senja…
Lantunan nada gitar yang teratur,dengan not
berbarisnya yang ia petik, begitu indah,memperamai senja pada hari ini.
Teduhnya nuansa sang awan membuatnya untuk mengubah suasana hatinya yang kini
sedang dilanda kebosanan. Nada-nada yang
terpetik mengiringi suara merdu gadis tersebut.
Gadis itu menyadari sebuah tatapan yang tidak asing
lagi baginya, yup Rio, Mario Stevano Aditya Haling sahabat nya.
Rio berjalan menghampiri gadis itu lalu tersenyum
menatap gadis itu, “sendirian aja Fy?kenapa?” tanya Rio seraya duduk disebelah
gadis tersebut , yeah, Ify ! Alyssa Saufika Umari.
Ify tersenyum, “gak apa apa ko , isenng aja sambil
main gitar” jawab Ify sekenannya
Perasaan
apakah ini? sering menghampri diriku? Selalu membuatku bertanya-tanya. Aku
mencoba memahami ini, terus. Setiap dekat dengan dia, perasaan ini…
Rio meng-o-kan mulutnya, “pinjem dong gitarnya….” Seru Rio
“nih..” ujar Ify sambil memberikan gitar nya pada
Rio “nyanyii ya” sambungnya sambil tertawa.
Rio hanya tersenyum.
Riio mulai memetik gitarnya, melantunkan sebuah nada
yang cukup indah.. dan mulai bernyanyi..
aku mengenal dikau
tak cukup lama separuh usiaku
namun begitu banyak
pelajaran yang aku terima
kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni
segala kebaikan
takkan terhapus oleh kepahitan
ku lapangkan resah jiwa
karna ku percaya kan berujung indah
kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni
harmoni, harmoni, harmoni
Rio menyelesaikan lagu itu dengan sempurna! Ify
menatap Rio , “bagus yo.. keren!” seru Ify girang
Rio tersenyum melihat Ify “makasih Fy” ucap Rio
Mereka berdua menikmati senja ini, indah sekali
rasanya. Membuat rasa nyaman pada setiap hati yang memaknai .
***
And
I will make you understand..
Oh
baby , if you open your heart to love me…
Ketika
cinta datang menghampiri jiwa, mengisi lorong lorong mistis dalam hati. Seperti
apakah yang kau rasakan? Pertama , mungkin tak dapat kau pahami. Tapi tetap ku
cobauntuk memahami semuanya walau hanya secepat ‘halley’
Istirahat….
“Makasih ya Yo” Ucap sang gadis ceria sambil
mencomot langsung sejumput chitato tanpa meminta izin pemiliknya. Sedangkan
sang pemuda -sang pemilik- masih saja memandang heran kearah gadis disebelahnya
mejanya yang asyik mengunyah Chitato ‘curian’
“Ifyyyyy, ayo cepetannn” Ucap suara lain tak
sabar memanggil gadis disebelah pemuda tadi.
“Iya Viii, bentar. Yo, ikut kekantin yuk”
Ajak sang gadis disebelah pemuda tadi -Ify-
Belum ada jawaban dari pemuda yang masih
asyik mengunyah chitato. Sebuah tangan langsung mengamit lengan Ify. Via gak
sabaran banget sih. “kak Rio, akunya pinjem Ify nya dulu yaaaaaaa bye kak….”
Kata Via..
“Riooo gue duluan yaaaa” teriak Ify sambil
terus berlalu dari hadapan Rio
“hey, nanti balik bareng gue gimana ? gue
tunggu lo yah” ujar Rio tak kalah dengan teriakan Ify barusan.
Ify yang masih ditarik Via hanya merengut
bingung, “Vi, lepasin heh.” Ujar nya
“iyaiya” sekenan Via
Tadi
Rio ngomong apaan ya? Gak denger gue hadeuh… batin Ify
Ify duduk di bangku kantin disebelahVia, “
Fy, mau makan gak lo?” tanya Via
“hm, gak deh Vi.. gue lagi males makan.”
Jawabnya singkat sambil terus memikirkan apa yang tadi Rio omongkan .
Gue coba
sms deh.. batin Ify lagi
Ify mengetik sebuah pesan singkat pada
ponselnya..
TO : Rio Stevano
Yo..
*sent*
Tak lama ponsel Ify sudah bergetar menandakan
ada pesan masuk, Ify membukanya
FROM : Rio Stevano
Kenapa Fy? Tumben sms gue, kangen ya?:D
Ify merengut melihat balasan dari Rio itu,
Ify mengetikan balasan…
TO: Rio Stevano
Nyeh.. pedesangat lo .. tadi lo ngmong apa
sih yo? Pas gue ditarik Via itu lho, gue gak denger. Sorry.
*sent*
“Fy, mau gak?” tawar Via sambil menyodorkan
snack yang ada di tangannya.
“gak Vii, gue bagi minum lo aja ya.. hehe”
jawab Ify sambil mengambil minuman Via
“iye..” ucap Via sambil terus memainkan
ponselnya. Sibuk sms an sama Alvin-_-
Ponsel Ify bergetar (again)
FROM: Rio Stevano
Jujur aja Fy, lo kangen kan?:p oh itu, ntar balik
bareng gue yuk? Mau?
Ify mengerucutkan mulutnya..
apabangetdeh
Rio.. gue kangen apa engga ya? Huhuu ! EH apa apaan ini IFY? Udah ah!! Stop! Ify membatin.
TO: Rio Stevano
RIO Ngeselin. Iya gimana nanti deh.
*sent*
1 pesan masuk…
Tidak!
2 pesan masuk di ponsel Ify…
Ify langsung membuka nya, pesan pertama…
FROM : 0852xxxxxxxx
Fy, pulang nanti team basket inti disuruh
kumpul dulu sama Pak Duta. Langsung ke lapangan ya.
Ify heran, siapa ini?
TO: 0852xxxxxxxx
Okay, inisiapa?
*sent*
Pesan dari Rio…
FROM : Rio Stevano
Gue kan ganteng Fy, eh lo harus balik bareng
gue pokoknya. Titik ! no reason dear..!
TO: Rio Stevano
Dih, gak nyambung yo! Iye, eh ada basket dulu
disuruh Pa duta, lo ikut kan?
*sent*
1
pesan masuk , dari nomer yang tak dikenal Ify….
FROM : 0852xxxxxxxx
Ini gue Debo, okay see ya:*
Ify terbelalak kaget melihat balasan dari
orang itu! kak Debo…. Aneh banget sih..
Ify berfikir untuk tak membalas pesan dari
debo tadi…
AUTHOR V.O.P
Author: Hahaha apabanget deh Debo! Pake tanda
–cium- segala balesnya. WOOO!
Nanti kan kasian RIO nya cemburu!
IFY nya juga bingung! Kalian bingung gak?
Bingung ya? Sian deh :P haha peace -_-v *digaplok readers* AMPUUUUNNNNN,
*lari-lari kearah Gabriel sambil minta tolong ke Gabriel!:P* #EH apacoba !
hahah udah ah #ABAIKAN BOSS, sorry!
***
When I see you smile, I can face the world…
When I see you smile, I see a ray of light..
Oh, Baby when I see you smile at me…
“Ify…” panggil Via pada Ify yang baru saja
menginjak tepi lapangan basket.
“apa Via? Kemana aja sih ? daritadi ko gue
galiat lo ya? Biasanya kalo udah ada basket lo paling riweuh gara-gara Alvin si
–pemain handal- itu… Mentang-mentang sekarang sekelas sama Alvinmuu:p” Ify
menjawab –Sivia Azizah, salah satu sahabat deket-banget- sama Ify dari kecil-
Via senyum-senyum sendiri! “hehe maaf Fy,
mhihih eh sampe jam berapa nih latihan basket? Kalo sebentar sih gue mau
tungguin Alvin disini.” Ucap Via –Alvin Jonathan Sindunata, sahabat Ify sama
Rio juga, tapi Alvun sahabat kecilnya Rio…-
Ify tersenyum.
“mm, gue kurang tau, tapi kayaknya kita gak
latihan deh, Cuma ada breefing doang sebentar sama Pak Duta…” jawab Ify sambil
mengambil botol air mineral nya dan meneguk isinya.
“oh gitu ya? Hiihhi makasiih Ify ku…” seru
Sivia
Ify hanya tertawa melihat sahabatnya itu,
“tuh Alvin” kata Ify sambil menunjuk kea rah Alvin yang sedang berjalan kea rah
mereka.
Via tersenyum.
“haloo Viaa, halo Ipy” sapa Alvin
“ih, nama gue –I F Y- pake ‘F’ bukan pake ‘P’
ngerti? Huh” sungut Ify sambil menjitak kepala Alvin
“huahahha sian deh Alvin..” tiba-tiba Rio
menghampiri mereka.
“ihh Ipiii sakit tau, Ipii jahat yah sama
Apinn..” rengek Alvin sambil memegang kepalanya yang tadi sukses di jitak Ify.
Via hanya tertawa.
“ih Via mah, Alvin kan sakit tuh di jitak
sama Ipii, ko Via malah ketawa?huhu” rengek Alvin lagi pada Via…
“iya iya Apinn, Apin sih bandel huehehe” Via
malah membela Ify.
“iya sih Apin bandel !” koor Rio yang berdiri
tepat di samping Ify
“ih apasih Yo? Lo mah sirik aja deh..” balas
Alvin sambil melirik Ify.
Ify ura-pura gak sadar.
Maksudnya
apaan tuh si Apin? Hmmm!
Batin Ify
Rio mengeryitkan dahinya…
“eh Via, aku titip ponsel ku ya? Nih.” Ujar
Alvin pada Via
Via mengambil ponsel Alvin, dan tersenyum.
“fudulin aja tuh Vi, haha” koor Ify sambil
melirik Alvin puas
“ihh Ipii deh, !” kata Alvin
Via hanya menatap Alvin .
“ih Via,
sok aja fudulin ponsel aku, paling banyak sama foto orang cantik,
silahkan aja.” Kata Alvin lagi
“ciyeeeh! Foto siapa noh Vin? Tanya Rio
“fotonya Sivia Azizah, kenal kaga lo? Gakenal
kan? Sian deh Rio !” seru Alvin membanggakan diri
“nyeeh! Gue kenal ko, nih orangnya mirip sama
cewe –cantek- yang ada di sebelah gue ini kan?” ucap Rio samb il sengaja
merangkul pundak Via.
Alvin melotot, “ihhh Yo, jangan pegang-pegang
lo!” lengos Alvin sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
“kenapa kan kata lo gue engga kenal Sivia,
gue bilang cewe ini Cuma mirip doang..” kata Rio lagi sambil tertawa terbahak.
Ify hanyaa menggeleng kepala dan tertawa.
Disaat itulah ide jahil Alvin muncul, Alvin
membalas merangkul Ify, sambil berkata …..
“hahah eh lo kenal Alyssa Saufika ga? Orangnya
–cantik- lho mirip dia!” seru Alvin sambil melirik Ify. Ify hanya diam.
Rio menatap Ify, kemudian…
“Vin Vin ! udah ah tuh , udahan gue, udah
lepasin tuh orang” ucap Rio –kayaknya serius-
Alvin tertawa , “iyakan Fy? Nama kamu Alyssa
Saufika?” seru Alvin makin menjadi-jadi .
“ALVIN!” ucap Rio-sarkatis-
Via bengong, lalu tersenyum!
“Apin Apin , ada yang cemburu tuh…haha” sahut
Via sambil tertawa melihat Rio
Ify melihat Rio , ada perasaan aneh dalam
dirinya, kenapa dia senang Rio bersifat seperti itu saat Alvin merangkulnya…
(?)
“hahah iya ya?” kata Alvin
Tiba-tiba Rio menarik Alvin dari samping Ify
dan memposisikan dirinya-Rio- berdiri di samping Ify! (yeay!)
Ify memutarkan bola matanya, Via
tersenyum,Alvin juga! Rio ? masih sensi…… (!?)
“cemburu Yo? Haha/” sahut Via –penasaran-
“jawab aja –iya- hahaha” Alvin jahil
Rio hanya memandang Ify, Ify menunduk diam!
“iya gue cemburu! Lo udah tau kan gue suka
sama Ify?wooo” Rio –mantap-
Ify terbelalak kaget mendengar ucapan Rio
tersebut.
“ciyee, terus rencana mau nembak dia kapan
masbro?” tanya Via sambil tertawa
Mereka semua tak memerdulikan apa yang akan
di-respon- Ify .
Dag dig
dug dag dig dug … mampus gue ,jantung mana jantung? jantung gue masih ada kan yah (?) aduh Rio apa
apaan sih nih…. Eh tapi tapi ko gue seneng ya pas Rio ngomong gitu .
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . Batin Ify
“iya sekarang gue mau nembak dia, kalian
doain aja ya..” ucap Rio , yang membuat Ify kaget setengah mokat hohoho
“iihh , berani banget deh Riooooo” Ify
membuka suara setelah iya bisa mengendalikan persaan nya yang tadi udah
campur-aduk.
“siapa bilang Rio gak berani?” ucap Rio
sambil menjulurkan lidahnya
“nyeeh- gak yakin gue ahahah” Ify meremehkan
“mau bukti? Tanya Rio lagi
“kalo berani buktiin di depan semua anak yang
ada disini, tuh di tengah lapangan!” Ify asal.
“okee gue berani !”Rio –Yakin-
*GILA LO! GIMANA JADINYA INI ? coba saya yang
ditembak RIO! WLEEE! HHAHAH *cari Gabriel!:PP*
Oh my
god bisa malu gue….. batin Ify lagi
“ehh gausah-gausah.. jangan deh ya.. jangan !
gakperlu bukti ko gue…” sahut Ify sambil menarik tangan Rio yang hampir
–berlalu-
Via dan Alvin berpandangan , lalu tersenyum.
“yaudah berarti sekarang lo jadi pacar gue
ya?” ucap Rio santai
“heh gak segampang itu kali yo..” Ify kaget
“wooohahah catchy!” ucap Via
Alvin melirik Via.. “Apa?” tanya Via agak
ketus
“Senyum lo gue suka!” hanya kalimat itu yang
keluar dari mulut Alvin , membuat pipi Via memerah.
Ify yang mendengarnya hanya mengrnyitkan
dahi.
Via senyum-senyum sambil memukul tangan Alvin
“ih Via ko kamu pukul aku sih?” Alvin sambil memegang tangan nya
Via hanya tertawa , memutarkan bola matanya.
“huh.” Keluh Alvin lagi
“IPII , lo sekarang pacar gue ya?” seru Rio
lagi
“wey!” Ujar Ify sambil menjitak kepala Rio
“huahaha sian deh Rio!” seru Alvin , puas
banget kayaknya
“diem deh Vin …..” kata Rio sambil tetap
memakukan pandangannya pada Ify
“Fy… lo denger gue kan?”kata Rio
Ify hanya membuang pandangan nya dari Rio
“Fy?” tanya Via heran yang melihat Ify diam
seperti itu
Ify melirik Rio yang tampangnya melas, Ify
tertawa tipis.
“jadi kalian tuh jadian apa engga sih?” seru
Alvin tiba-tiba
“jadiaaan!” kata Rio cepat sambil menarik
tangan Ify. Ify pasrah. Lagian Ify juga suka ko sama Rio, jadi apa yang harus
ditolak(?) tapi gapapa deh kalo Ify nya nolak, biar Rio sama gue aja ! #EH
*digaplok RISE hahaha peace* penulis gilaaa:P hahaha *kabur ke pelukan
Gabriel:P
Alvin dan Via hanya berpandangan heran dengan
kepergian mereka.
***
Aku hanya ingin kau tahu,
Ku tak akan menyerah…
Meski harus hancur dan terluka..
Ku tetap mencintaimu…
Tak ingin membuatmu ‘sakit’…
Sudah hampir 3 bulan mereka berpacaran, ini
semua asik, damai damai saja mereka berdua sampe sekarang… tapi –debo- ?
Rio memerhhatikan seseorang dengan mata
menerawang.. yup ‘Ify’
Ify sedang duduk ngobrol bersama Debo di
kantin sekolah. Teman teman di sekolah Rio dan Ify memang tidak semua yang
mengetahui bahwa Rio dan Ify telah pacaran , hanya orang-orang terdekat saja
yang tahu soal hal ini , dan Debo tidak mengetahuinya.
Ponsel Ify bergetar,menandakan ada sms
masuk..
FROM: MyRio Stevano
Ciye yang lagi asik sama Debo!
Ify mengernyitkan dahi membacanya. Mata Ify
langsung menyapu sekeliling kantin,
“Rio ada disini…” kata nya pelan
“kenapa Fy? Tanya Debo yang menyadari
kebingungan Ify
“oh gapapa ko ka, selow! Eh udah selesai kan?
Aku mau ke kelas..” kata Ify akhirnya
“okay, eh kita bisa pulang bareng hari ini?”
seru Debo
“sorry ka, aku udah ada janji” ucap Ify
sambil berlalu dari hadapan debo
Debo hanya mengangguk kecewa.
***
Why do you do this to me?
Why do you do this so easily?
You make it hard to smile,
Because you make it hard to breathe…
Why do you do this to me?
Ify berjalan ke kelas nya, dia bertemu Rio
dan Alvin pastinya ada Via.
Rio menatap Ify lalu membuang tatapan nya
itu.
“Rio?” Ify memanggilnya menerawang
“Vi dari mana lo?” tanya Via
“dari kantin Vi” Ify menjawabnya singkat
Alvin tersenyum tipis pada Ify.
“kalian kenapa pada diem-dieman gini sih? Gak
seru ah..” ujar Ify..
Alvin dan Via tersenyum , “ga ada apa apa ko
Fy, tenang aja kali” seru Alvin
“Yo?” tanya Ify lagi sambil memerhatikan Rio
“soal tadi? Maaf, jangan cemburu, aku Cuma ngobrol-ngobro doang ko sama ka
Debo, beneran deh” lanjut Ify sambil menunduk.
“kayaknya gue sama Via duluan aja ya, bye”
ucap Alvin sambil menarik tangan Via
Ify memerhatikan kepergian dua sahabtnya itu,
namun fikiran nya tetap terfokus pada satu titik, Rio!
Rio berniat melangkahkan kakinya meninggalkan
Ify , namun tangan nya ditarik oleh Ify.
“Yo, maaf?” mohon Ify
Rio melepaskan peganggan tangan Ify,
“Fy, aku gak marah. Udah lepasin tangan aku,
aku ke kelas duluan ya.” Sambil tersenyum tipis dan berlalu dari hadapan Ify
Ify melihat punggung Rio yang makin lama
makin tak terlihat , makin menghilang dari pandangan Ify. Ify hanya bisa
terdiam.Dia tau dia salah , dia tau kalo Rio itu cemburuan. Tapi mencoba
meminta maaf, gak salah kan?
Ify mulai berjalan, tiba tiba saja perut nya
sakit dan Ify pusing, Ify sadar kebiasaannya untuk tidak sarapan pagi akan
menyebabkan dia seperti ini. Tangan Ify dingin , kepalanya mulai berat,
pengelihataanya samar, kemudian gelap! Ify pingsan.
***
I’m not the only one for you, but you’re the only one
for me.
[tetap] tak ingin membuatmu ‘sakit’…
Rio tau, Debo suka banget sama Ify dari dulu!
Rio juga tau pasti Debo bakalan nembak Ify, gak lama lagi! Rio tau semuanya!
Tapi Rio gamungkin ngebiarinin semuanya berjalan gitu aja!
Jam pulang sekolah…
Ify membuka matanya perlahan sambil memegang
kepalanya..
“Fy?”tanya seseorang tak lain adalah Via.
“Via, kenapa gue? Ko gue di UKS begini sih?”
Ify masih bingung.
“lha? Tadi kan lo pingsan fy, untung aja ada
salah satu temen yang ngasih tau gue kalo lo pngsan, jadi gue langsung panggil
petugas PMR aja. Hehe” ucap Via
“oh iya Vi, makasih ya” ujar Ify sambil
mencoba duduk “tadi gue lupa sarapan Vi hehe” lanjut Ify pada Via
“ah elo mah kebiasaan haha” seru Via “eh ini
tas lo, gue mau cari Alvin dulu ya bentar Fy..” lanjut Via yang langsung
meninggalkan Ify.
Ify hanya tersenyum
Tak lama pintu ruang UKS terbuka, yup Rio
yang membukanya, Ify menoleh agak bingung
“Rio? Ko belum pulang? Kenapa?” tanya Ify,
Ify tau ko kalo Rio masih marah dengannya.
Rio memerhatikan Ify yang pucat, membuat Ify
menunduk.
“kamu kenapa bisa kaya gini?” tanya Rio
dingin
“eh heh, aku gapapa ko, Cuma kayaknya tadi
aku gak sarapan, jadi kayak gini”ucap Ify setengah terbata
“lain kali jangan diulang! Sempetin sarapan
tiap pagi!”kata Rio sambil mengambil botol air mineral disebuah meja dan
menegukkannya ke Ify.
“makasi Yo” Ify singkat!
Rio masih dengan tatapannya yang dingin itu,
Seseorang membuka pintu –Alvin dan Via-
“hey, kita pulang duluan ya guys? Ify gimana
udah baikan ?” ucap Alvin
Ify tersenyum, “baik ko ka hehe, lagian aku
ga papa” ujarn Ify
“gapapa gimana orang tadi lo pucet gitu Fy?”
Via nyerocos
“Viaaaa, udah ah!” lengos Ify
“yauda kita duluan ya, bye Yo, bye Fy.. cepet
sembuh !” kata Alvin , Via hanya tersenyum
Rio hanya mengangkat kedua jempolnya.
Ify mencoba berdiri dari duduknya, dan
mengambil tasnya. Muka Ify masih pucat , badannya dingin,tatapan matanya sayuu.
Ify memerhatikan Rio yang masih berdiri di tempatnya
“Yo?kamu kenapa gak pulang aja?” tanya Ify
“terus kalo aku pulang , kamu pulang sama
siapa? Sndiri gitu? Kamu kan lagi sakit! Atau kamu mau dijemput seseorang?”
kata Rio masih dengan muka yang ‘dingin’nya itu
“heh.. bukan gitu ko, ya mungkin aja kan kamu
mau pulang duluan,aku nanti pulang sendiri, lagian kamu kan lagi marah sama
aku. Maaf ya Yo?” jawab Ify dengan tatapan teduhnya.
Rio menghela nafas dalam.. “yaudahlah! Ayo
cepet pulang!” sahut Rio sambil menarik tangan Ify
***
Mohon tinggal sejenak
lupakan lah waktu..
Temani air mataku, teteskan
lara.
Merajut asa, menjalin
mimpi endapkan sepi-sepi..
aku
sayang kamu – mungkin 3 kata itu belum mampu untk mengungkapkan apa yg aku
rasain buat kamu. Cinta itu , terlalu bessar , terlalu sulit buat, buat
dilukisiin ,tapi cinta ini bakal selalu nemenin kamu dimanapun kmu brada dan
cinta ini juga bkal slalu ngebantu kamu buat ngehadepin segala rintangan yang
ada.
[tidak] Dapat membuatmu yakin….
Rio mendampingi Ify kedalam rumah, Ify masih
pucat membuat Rio khawatir.
“mamah kamu mana ?”ttanya Rio saat sudah
mendudukkan Ify di atas bangku ruang tamu.
“tadi Mamah lagi keluar bentar , tapi bentar
juga pulang.” Jawab Ify “kamu mau minum apa?” lanjut Ify lagi
“udah gausah, kamu lagi sakit!” ujar Rio
“gapapa ko, aku masih bisa” ucap Ify sambil
beranjak dari tempat duduk nya.
Rio hany geleng-geleng melihat tingkah laku
Ify.
Tiba-Tiba ponsel Ify yang berada di atas meja
bergetar, menandakan ada 1 ppesan masuk.
Rio mengambbilnya dan membaca isinya..
FROM : Ka Debo
Siang Fy, nanti malem aku kerumah kamu ya.
See you dear:*
Rio menghela nafas dalam setelah membaca
pesan tersebut.
Ify datng dengan membawa segelas minuman dan
diberikan kepada Rio.
“makasi Fy” seru Rio dan meminunmnya
Ify duduk disamping Rio,
“tadi ada sms.” Rio singkat
“oh siapa Yo?”tanya Ify.
“Debo!” jawaban dari Rio yang singkat membuat
Ify mengernyitkan dahinya
“dia bilang apa?” Ify penasaran
Rio menyerahkan ponsel Ify , dan Ify
membacanya.
Ify memutarkan bola matanya.. “ apaan sih ka
Debo!” gerutu Ify
“jadi nanti malem kalian mau nge-date
gitu?hm, bukannya kamu lagi sakit!” Ucap Riio cepat!
“heh.. enggalah Yo, aku juga gak tau Debo mau
ngapain! Beneran deh. Kamu jangan percaya sama yang dia bilang, aku ga bakaln
nge-date sama dia Yo” Ify menjawab cepat, Ify takut Rio berfikir macem-macem tentang
ini!
Kemudian Rio berdiri dan mengambil tas nya,
“yaudahla Fy.”
“Yo., please dengerin aku dulu..”
“apa lagi Fy?” tanya Rio. “yaudahla, kalo
kamu mau jalan sama dia GAK APA APA”
ucap Rio sambil menekankan kata ‘gapapa’ itu! Rio menaikki motornya..
“Rio, please dengerin aku.. kamu gakbisa kaya
gini sama aku!” Ify menarik tangan Rio sambil memohon.
“Ify, aku gak marah, udah ya.. aku mau
pulang” kata Rio lalu mencium kening Ify.
Rio menyalakn mesin motor nya dan berlalu
dari rumah Ify.
“Rio” ucap Ify lirih…
***
Seandainya kau ada disini denganku..
Mungkinku tak sendiri.
Bayanganmu yang selalu menemaniku,
Hiasi malam sepiku...
Gue yang hanya bisa diam , sendiri, memperthankan
semua ini. Gue tau mungkin gue salah
mengambil keputusan ini,gue sakit untuk ini. Maafin gue, gue harus bertindak
seperti ini, maafin gue Fy! lo yang selalu membuat gue gak yakin , membuat gue
berfikir untuk membuang jauh-jauh perasaan yang tertanam dalam hati ini,
tertanam di impuls saraf gue, tak dapat terlupa , tak dapat tertutupi,semakin
melembaga pada saraf sensorik gue ini! Tapi gue gak bisa Fy, ini kata hati gue!
Gue sayang sama lo ! dan gue cemburu sama semua yang bikin hati gue gak tenang
sama lo! Batin Rio
Ponsel Rio bergetar,
Rio mengambil ponsel nya yang terletak di sebuah meja yang terdapt di pinggir
tempat tidurnya itu!
Satu pesaan masuk,Rio
segera membukanya!
FROM: my Alyssa
Yo maafin aku ya? Maaf
banget. Maaf seharian ini aku udah buat kamu kesel.
Aku mohon kamu percaya,
aku gak ada apa apa ko sama Debo!
Maaf yo? Yaya?
Rio menghela nafas
panjang seusai membaca pesan singkat tersebut.
Rio berfikir untuk tak
membalasnya, dan Rio mulai memejamkan mata, Rio tertidur.
^^^
Ify mendudukan badannya
di sofa ruang tamu, sambil terus memeriksa ponselnya, Ify berfikir Rio akan
membalas pesan daarinya tadi! Tapi ternyata –tidak!
Jam menunjukan pukul
16.38..
“mamah kemana sih? Jam
segini belum pulang… sepi rumah!” keluh Ify , Ify memang anak tunggal! Papa Ify
bekerja di luar kota, tepatnya daerah Bandung, jadi Ify dan mamahnya tinggal
berdua di Jakarta . Papa Ify pulang setiap sebulan sekali.
Tiba-tiba ponsel Ify
bergetar, pesan masuk itu Ify kira dari Rio, tapi ternyata dari mama..
Mama
gakbisa pulang cepet, huh… batin Ify
Mamah Ify gak bisa
cepat pulang hari ini, dikarenakan –rencananya tante ify mau pindah ke daerah
Bandung jadi harus bantu-bantu gitu..
***
Seharusnya dunia ini
begitu indah…
Seharusnya dunia ini
penuh bermakna…
Takkan gundah jiwa ku
bila ku bersamamu…
Takkan perih batin ku
ini bila kaupun milikku…
Seharusnya dunia ini…
Ketika semuanya luluh
dalam segala ke –tidak- benaran yang
ada!
Ctek … ctek… ctek…
Ify memainkan lampu
yang ada di atas meja belajarnya hingga beberapa kali lampu itu pun
–hidup-mati-hidu-mati- (kurang lebih seperti itulah._.v) ngerti gak ?:P
Baru saja ia
menyelesaikan rakaat nya, adzan magrib tadi sempat menghentikan –aktivitas- ify
, dan mendorongnya untuk segera mengambil air wudhu lalu segera sholat ,
memanjatkan doa kepada-Nya, pencipta alam yang maha raya ini dan seluruh
isinya.
Ify menghela nafas
panjang, lalu menenggelamkan wajahnya ke tangan. (ngerti kan??:P)
Ponselnya berbunyi,
pesan dari mamah..
TO : Ify
Fy, kamu hati-hati ya
di rumah, jangan lupa makan malem maaf mama gabisa nemenin kamu.
Pesan singkat itu
membuat Ify melirik jam di sebelah meja tersebut..
18.27
Ify membalas pesan
Mamah nya itu. segera ..
***
Ify meneguk air minum
di gelas crystal tersebut,
“Alhamdulillah
kenyang..” serunya
Ify mengecek ponselnya.
Sepi, Rio kemana ya? Lagi apa dia? Huh…batin
Ify
Ify mencoba menelepon
Rio…. Tak ada jawaban dari Rio!
Ify mencoba menelepon
kembali…. Tapi hasilnya sama saja!
“kenapa sih Rio.. apa
masih marah sama aku..” gerutu Ify
Lalu ia mengetik pesan
singkat yang ditujukan kepada Rio.
TO: myRio Stevano
Nite Rio, jangan lupa
dinner ya, maafin aku..
*sent*
***
Cerita yang kita punya,
Takkan ada jika tak percaya…
Ify melihat Rio sedang
duduk bersama Alvin di sebelah utara kantin ssekolah,
“kenapa Fy? masalah sama Rio belum beres?” tanya Via
tiba-tiba menghilangkan kefokusan nya.
“eh.. iya Vi, lo tau
kan Rio kaya gimana?” jawab Ify menyandarkn tubuh nya di bangku kantin, Via
terlihat geleng-geleng.
“yaa Ify… coba kesana
yuu” ajak Via yang langsung menarik tangan Ify
Rio terlihat cuek,
melihat Ify dan Via datang.
“haloo Vi” kata Alvin
seraya mempersilahkan Via duduk disebelahnya.
“makasih apinn” seru Via
sambil menunjukan senyum manisnya, Alvin hanya membalas senyuman itu.
Ify duduk disebelah
Rio, mencoba menatap Rio yang selalu membuang pandangannya terhadap Ify!
“Yo? Kamu masih marah?”
tanya Ify
“eh lo pada mau
kemana?” tiba-tiba Rio mengalihkan pmbicaraan , melihat Via dan Alvin berdiri
dari tempat duduknya.
“pesen makan bentar!”
seru Alvin samba menarik tangan Via
Ify hanya diam. “Yo?”
tanya nya lagi
“hm, apa Fy?” akhirnya
Rio mau juga buka suara
“Maafin aku ya?” kata
Ify dengan wajah menunduk.
Rio memperhatikan Ify,
lalu berkata “udahlah ,” singkat sih..
“Yo….” Lirih Ify
Rio hanya berdiri dan
meninggalkan Ify yang masih terpaku di tempatnya.
Ihhh Sian banget IFY
nya._. huhuh :P maaf yaaa kalo tambah gajee:P hehehhe
SKIP>>>>>>>>>>
Aku takkan pernah
berpaling darimu..
Walau kini kau jauh
dariku,
Selalu kunanti..
Karna ku sayang kamu..
Tapi
dia berubah, tak sperti dulu! Aku takut semua rasa dia ke aku akan hilang.
Takut banget! Dia yang dulu selalu perhatian ke aku udah ga ada! Rio yang
selalu ada disaat aku butuh itu udah ga ada ! teriak
Ify dalam hati!
Disebuah rumah ..
“eh Yo, jangan
kelewatan lo! Kasian tuh Ify!” ujar Alvin
“iya Vin, gue kan Cuma
ngetest dia aja! Dia masih yakin atau ga sama gue! Udah itu aja!” jawab Rio
“terus kapan lo mau
nyelesain semuanya?”Alvin terus memerhatikan Rio
“sampe gue bener-bener
yakin kalo hati Ify tuh masih buat gue seorang!” jawab Rio mantap!”
“tapi kalo ada apa-apa
sama Ify awas Lo! Bogem-an gue juga bisa nyampe nih ke Lo! Ify tuh udah gue
anggep kaya adek gue sendiri Yo! Selain itu juga Ify tuh sahabatnya Via tau! ”
Alvin berkata sambil mengacung-acungkan kepalan tangannya
“hahah kampret Lo iye
Selow! Gue juga gakbakalan gitulah…” Rio berkata sambil memainkan gitarnya.
Alvin hanya mengangguk
seraya memakai earphone yang sedaritadi di pegangnya.
***
“Haah!? Nenek Lo Kiper
Fy? Masa lo mau pindah sih?Bandung? ih IFY jangan pindah!”seru Via
“eh Taplak gue bukan
pindah! Gue Cuma mau liburn disana, refreshing lah.. paling seminggu,lo mau
ikut? Ayoo ajaa” jawab Ify
“wah bner nih gue boleh
ikut?”
“bolehlah, tapi ini
kalo jadi ya.. gue masih bingung hhe”
“iyadeh siip!”
“eh Vi, Rioo” rengek
Ify
“yaelah.. masa dia sape
segitunya sih sama lo Fy?”
“gatau Via. mungkin gak
yah kalo dia udah gak sayang lagi sama gue!”
AUTHOR V.O.P
Aduhh, IFY nya kasian,
putus asa ya? -_- gue bikin terlalu gaje kali yah?! Maaf deh ya readers?
Namanya juga amatiran..
sorry ya? :P dimohon untuk maklum! Heheh SUDAH ABAIKAN!:P
AYO LANJUT!!! :P:D
“Gabriel mana Gabriel? #eaaaa”
SKIPPPPPPLAH>>>>>>>>
***
Everytime I try to
fly..
I fall without my wings..
I felt so small I guess
I need you Baby..
Hari-hari
kini hanya teriringi sunyi, terkadang membuat air mataku meleleh. Ketika
membayangkan saat –indah- dulu yang benar-benar terbukti- cahayanya! Tapi
sekarang ini serasa semua mulai redup, tak ada –cahaya- seperti dulu lagi…
Ify terlihat termenung.
Angin yang berhembus masuk melalui jendela yang terbuka di kamarnya membuat
semuanya luruh. Mata Ify menerawang, kemudian melirik ponselnya, sepi tak membuat
Ify berfikir untuk mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik.
Ify menghela nafas
berat dalam diamnya.
Hening. Malam ini
sangat sunyi. Perasaan gelisah ini terus memeluknya erat di malam ini. Menjadi
satu-satunya teman dengan semilir angin. Senyawa tak terlihat! Katakanlah
begitu. Tapi masih bisa terasakan dalam hening ini.
RIOOOOOO!
Kenapa sih lo? Gapernah mau dengerin penjelasan gue! Gue tau mungkin gue salah,
tapi apa lo tetep percaya sama semua yang belum tentu kebenarannya ini!? Gue
bingung Yo.. bingung! Kenapa harus ada masalah kayak gini!? Ify bertanya dalam
hati.
Air mata Ify meleleh,
ia merasa semua ini tidak seperti yang ia harapkan, sama sekali tidak seperti
yang ia inginkan!
Tiba-tiba…….
TING….TONG>>>>>
[suara bel ceritanyaa, ngerti gak?.__. ]
Ify melangkahkan
kakinya ke arah pintu depan rumah nya…
CLEKKK>>>>
Pintu dibuka oleh sang
pemilik rumah…
Ify terdiam…
“hai Fy..” sapa
seseorang yang bertamu sore ini…”
“ka Debo?” yup! Debo
!o.ow……
“kenapa ? ko lo liat
nya kaya yang liat hantu gitu? Gausah bengong begitu Fy..” sahut Debo
“eh .. iya ka, gapapa
ko! Ada apa ka?”
“temenin gue yuk?
Jalan-jalan aja. Ya?”
“hmm,” Ify terlihat
memikir, dan………
“yaudah deh ayo. Jangan
lama yaa..” jawaban Ify, lagian dirumah pun dia sendiri, dia butuh juga main !
Rio gak ada, saat dia kaya gini… (RIOOO< KEMANA SIH?! ITU IFY NYA MAU MAIN
SAMA DEBO! MASA LO BIARIN SIH!!! AHHH , GILA LO YO…. *penulisgilaaa! #ABAIKAN*
Ify hanya mengambil
cardigan biru nya dan memakai Flat Shoes dengan warna senada dengan
cardigannya, lalu kembali menemui Debo yang sudah menunggu.
“ayo Fy, ntar kebuuru
malem ..” sahut Debo
“iya ka, memang kita
mau main kemana?”
“ada deh tempatnya
keren ko”
“Okelah”
Akhirnya mereka pergi
menuju suatu tujuan..
Sesampai ditempat tujuan.
“Fy, coba deh loe naik keatas sini” Perintah
Debo yang sudah naik diatas suatu batu yang lumayan besar.
Ify menurut
“Coba lo liat keatas,liat salah satu rasi
disana, yang bisa dibilang lumayan besar diantara yang lainnya. Pasti lo tau!”
Perintah Debo.
Ify melihat keatas ke langit malam, matanya
menerawang. Lalu Ify kembali mengangkat wajahnya keatas.
“Wah, keren banget Kak bintangnya, aku tau
pasti Rasi ORION kan kak?” Tanya Ify.
“Yap, lo bener Fy” Kata Debo sambil melihat
kearah Rasi tersebut.
“Pinter loe milih tempatnya,keliatan jelas
banget nih Rasi! Gue suka banget!” Kata Ify.
“Hehe, gue gituloh, Gue anggep sebagai harta
karun nih” Kata Debo
“Ada-ada aja lo kak” Ify memukul kecil tangan
Debo.
“lha? Serius lho.. hahaha eh Fy denger berita
ga? April kemarin kan kelompok Meteor Lyrid baru aja mampir lewat ke Bumi!” kata-kata
Debo ini telah berhasil membuat Ify sumringah!Ify memang seneng banget sama
pengetahuan Alam Raya, apalagi kalo udah ber-tema ‘ASTRONOMI’ . ( hahaha itu
penulis aja yang gila sama hal ASTRONOMI ! uups! Keceplosan hhe, maaf readers!
Lope lope deh buat kaliaaan hhheeehe#ABAIKAN)
“seriusan ka? yah Ify baru tau!”
“serius! Malah katanya meteor nya lama lho
mampir ke Bumi sampai tanggal 28 April kemarin baru selesai, udah gitu setiap
menitnya bisa sampe 4 meteor yang lewat Keren kan?” [ini info nya seriusan lho! :D liat aja di
GOOGLE, soalnya akupun baru tau, pas kemaren liat-liat info di GOOGLE hehehe!
Ketelatan!:p]
“banget kali ka ! pasti keren banget!”
“iyalah. Hehe” Debo hanya tertawa sambil
menatap Ify
“ By the way, lo kenapa ngajak gue kesini?”
Tanya Ify.
Debo tidak menjawab, tapi langsung memegang
kedua tangan Ify sambil menatap mata Ify.
Ify kaget, namun tidak berusaha
melepaskannya.
“Fy, ini untuk pertama kalinya mungkin gue
ngungkapin perasaan gue ke elo .. Gue sayang sama lo Fy. Lebih dari seorang
kakak yang lo pinta dulu. Gue gak bisa tahan perasaan gue Fy. Would you be my
girl, Princess?” Kata Debo
Ify menunduk.
“Fy, jawab” Kata Debo.
“Maaf kak, perasaan Ify gak berubah, tetap
kayak dulu, Cuma anggep kakak sebagai kakak Ify, gak lebih. Maaf Kak. Kakak
bisa dapetin yang lebih baik dari Ify, sekali lagi maaf” Kata Ify yang mulai
memberanikan diri menatap mata Debo.
“Apa lo gak bisa kasih kita waktu buat
jalanin ini semua?” Tanya Debo.
“Maaf Kak, Ify gak suka dipaksa. Dan Ify gak
suka ngasih orang harapan yang begitu besar tetapi hasilnya nihil. Ify Cuma
anggep kakak sebagai seorang kakak gak lebih,” Kata Ify tegas. “Maaf kak Ify
gak maksud........” Kata Ify lembut tapi terputus karena telunjuk Debo telah
ada dimulutnya,
“Kakak ngerti, dan gak akan maksa kamu, maaf
kalau udah maksa kamu, kita tetep temen ya?” Kata Debo sambil memberikan
kelingkingnya.
“Always” Kata Ify sambil menautkan
kelingkingnya.
“Balik yuk Fy” Ajak Debo
“Ehmm, kakak duluan aja, Ify masih pengen
disini” Kata Ify menolak
“Yaudah, kakak temenin” Tawar Debo
“Jangan kak, kita butuh waktu untuk sendiri
dulu” Kata Ify
“Good Idea, gue balik yaa, loe tau jalankan?”
Goda Debo
“Yee, malah ngeledek”
“Gue kesana dulu yaa? Byee” Kata Debo berlalu
sambil menyentil pelan hidung Ify.
Ify hanya mengangguk
dan kembali termenung untuk melepas penat.
Tiba-tiba Ponsel Ify
berdering, vibrate nya mengagetkan Ify …
“MyRio Stevano’s
calling….
Begitu yang tertera di
screen ponsel Ify..
Raut wajah Ify langsung
sumringah, ia cepat-cepat merespon panggilan tersebut.
“halo..
“Fy, kamu dimana?
“hm, aku… di.. emm..
emang keanpa Yo?
Ify ragu untuk
memberitahukan keadaan dia sekarang,
“kamu dimana? Aku mau
jemput kamu! Gausah alesan dan jangan bohong!
“heh, Rio..
Ify menggigit ujung
bibirnya, ia masih ragu… tapi…
“iya Yo, aku di dekat
taman yang deket komplek, sebelah utaranya lapangan basket Yo..
Tak ada jawaban dari
Rio, sambungan panggilan itupun terputus! Ify menghela nafas dalam sambil
memejamkan matanya.
Kenapa
sama Rio? Apa dia tau aku pergi sama Debo? Batin Ify
bertanya-tanya.
*FLASHBACK ON*
Rio memasuki komplek
yang mungkin tergolong cukup mewah itu.. melewati blok per blok di setiap jalan
yang ia lewati , cagiva putihnya berjalan santai..
Seketika motor Rio
terhenti ketika melihat dua orang remaja yang menaiki motor keluar dari rumah
bernuansa tenang itu, Ify-Debo! Mata Rio sempat terbelalak kaget! Dia menatap
dua orang itu dengan tatapan tajam dengan sesekali menerawang.
Rio memukul stang motor
nya , cukup keras! Menyebabakan tangannya sakit dan agak membiru, namun Rio
menahan rasa sakit itu dan tidak memperdulikan warna kebiruan yang mulai
menapak jelas di tangannya itu.
Mau
kemana Ify?? Arggggghhhh!!! Batin Rio
mengebu-ngebu!
Rio mencoba sabar,
menutupi kekesalan nya itu. kekesalan yang mungkin bisa saja meledak saat ia
tidak bisa mengontrolnya dan saat dia hilang kendali!
Motor cagiva putih yang
dipakai Rio , sudah terparkir di depan gerbang rumah Ify saat ini, tatapan
hampa yang hanya dibuatnya kali ini! Tak sampai setengah jam , Rio memutuskan
untuk menelepon Ify………..
*FLASHBACK
OFF*
Kesunyian malam ini
menemani Ify yang tenggelam dalam fikirannya.
Sungguh hening! Hanya
terdengar deru kendaraan yang lalu lalang di jalan dengan desiran angin yang
hampir tak terdengar. Bangku kayu yang ia duduki ini menjadi saksi
getaran-getaran tubuh Ify yang gelisah saat ini. Ify menghela nafas lalu
menengadah ke langit malam.
Perpaduan awan biru
kelam dan bintik-bintik terang yang ia lihat. Venus pun tetap setia pada
tempatnya yang selalu menemani Bulan saat malam. Pendaran Cakrawala serta
sedikit tebaran Nebula, membuat sang langit begitu mempesona malam ini.
Beribu-ribu Bintang bertaburan di langit, menjadikan tatanan Rasi-Rasi yang
begitu indah. Sangat indah.
Deretan tiga Bintang
serta beberapa Bintang penghubung yang menjadikan Rasi ORION yang ia cari saat
ini.Rasi Favorite Ify. Rasi yang cukup
besar. Bintang Bellatrix atau salah satu Bintang dari penghubung Rasi tersebut,
dan Bintang-Bintang lainnya masih setia memancarkan sinarnya setiap malam.
Memperhias Alam yang maha raya ini! Mungkin hingga periode massa cahaya mereka
habis. Tapi Nebula pun tak lelah-lelahnya melahirkan Bintang demi Bintang yang
akan menggantikan semua Bintang yang sudah Mati! Keluarnya Bintang Baru. Ify
tersenyum melihat Bintang-Bintang tersebut! Suasana nyaman yang ia dapatkan!
“ mungkin aku merasa
lebih tenang!” desahan Ify…..
***
Seakan mata ku
tertutup,
Ingin cinta ini dapat
kau sambut…
Andai perasaan ini kau
tahu…
Deruan suara motor
membumbung tinggi! Kecepatan motor itu bisa dikatakan -120 km/jam-
Suara decitan rem motor
itu terdengar jelas! Memekakan telinga,
Rio memarkirkan
motornya dengan kasar, ia menyimpan helm fullface nya di atas cagiva putihnya!
Lalu menghampiri
seorang gadis yang dari tadi sudah ia targetkan untuk menerima
pertanyaan-pertanyaan yang sedaritadi sudah memenuhi isi kepalanya!
Ify yang sudah berdiri
melihat kedatangan MyRio, suara decitan rem motornya tadi telah berhasil
membuat Ify gugup. Kaget.
“Rio…” lirih Ify
Tak ada jawaban dari
Rio, Rio hanya membalasnya dengann tatapan menerawang!
Ify menunduk,
“Yo…” Ify menatap wajah
Rio lebih teliti
Namun Rio masih saja
dengan tatapan semulanya, tatapan yang menerawang!
Ify memegang tangan
Rio, Rio tidak berniat untuk menyingkirkan tangan Ify, dia membiarkan tangan
Ify menggengamnya!
Rio menghela nafas
dalam,
“Fy,lo ngapain sama
DIA?!” Rio membuka suaranya, tanganya mulai bergerak untuk melepaskan tangan
nya dari genggaman Ify! Tatapan Rio hampa , menerawang , lurus kedepan!
Ify menunduk, tak
berkata. Mulutnya seakan terkunci , takbisa membuka suara.
Ya
Allah.. apa lagi ini…. Batin Ify
Ify mencoba menatap
Rio,
“Yo, dengerin aku dulu.
Aku tau ko, aku salah. Maaf Yo? Aku bisa jelasin semuanya ko.” Suara Ify
bergetar, mulutnya yang kaku mencoba membuka suara dengan rada serak. Matanya
mulai memanas, merah! Hatinya bergetar melihat tatapan Rio yang seperti ini!
Keresahan mulai melembaga dalam jiwa Ify, rasa kesal, sedih, egois, marah
berkumpul menjadi satu dalam diri Ify!
Rio memandang Ify
dengan tatapan dingin, sebenarnya dia pun gak tega lihat Ify udah kaya orang
yang putus asa begitu. Tapi ego Rio yang membuat semua ini semakin menjadi! Ify
masih saja menunduk.
Rio menarik tangan Ify,
menuntunnya ke cagiva putihnya.
“nih pake!” sahut Rio
sembari memberikan satu helm nya pada Ify. Ify mengambilnya, perasaan Ify masih
sama seperti tadi, tatapannya yang kadang kosong, helaan nafas Ify menandakan
sekali bahwa saat ini dia sangat lelah. Tubuhnya sudah mulai lemas, pandangan
matanya pun mulai sayu.
“ayo naik! Jangan
bengong gitu! udah malem Fy!” Rio berkata kembali.
SKIP>>>>>>>>>>>>>>>
Setelah malam itu,
sikap Rio masih sama seperti hari-hari sebelumnya! Mungkin Rio masih butuh
waktu untuk mencerna dan memikirkan semua yang terjadi pada dirinya dan Ify.
Semuanya terasa hambar jika tetap berjalan seperti ini! Tetapi ego Rio cukup
kuat! Atau mungkin semua ini pun terjadi karena Rio terlalu sayang sama Ify!
Yup! Mungkin seperti itu!
^^^
Di sebuah rumah….
*rumah siapa coba?:P HAHAABAIKAN:P*
“Kamu harus ikut Papah
! Titik! Dan lusa kita sudah berangkat! Packing semua barang-barang keperluan
kamu!” Lelaki setengah baya itu kelihatan sedang marah! Dia berbicara dengan
nada agak membentak!
“Tapi Pah? Debo gamau!
Disini dan Rumah ini satu-satunya tempat dimana Debo mengenang semuanya!
Kenangan Mamah! Debo gakmau pindah dari rumah ini! Debo gak mau semua ini
tertinggal gitu aja Pah! Debo gak mau ikut Papah!”
“Papah bukan ngelarang
kamu buat ninggalin dan ngelupain semuanya! Papah hanya pengen kamu cari
suasana baru! Jangan terbawa sama masa lalu terus! Dan Papah juga pindah Karena
pekerjaan Papah ini! Bukan yang lain! Toh , kamu juga masi bisa main ke rumah
ini! Rumah ini tidak akan Papah jual! Mengerti kamu!”
“aaaaarrrrrrghhhhhhh!
Papah emang gakbisa ngertiin Debo!” teriak Debo sambil berlari menuju kamarnya!
“DEBOO!!!”
AUTHOR V.O.P
Mamah Debo meninggal 2
tahun yang lalu! Semua ini tak dikira Debo! Kenapa hal seperti ini harus
terjadi pada dirinya!? Kehilangan Mamah! Satu-satu nya orang yang selalu ada
untuk Debo disaat Papah nya bekerja. Debo sangat terpukul, kehilangan Mamahnya!
***
Kau alasan ku
bernyanyi..
Alasan ku nikmati,
indahnya hari yang hadir dalam hidupku..
At School..
Ify agak berlari
memasuki sekolah tercintanya itu. Saat ini jam masih menunjukaan pukul setengah
tujuh lewat lima menit! Bel pastinya belum berbunyi!
Tapi Ify, dia buru-buru
karena dia lupa mengerjakan PR Fisikanya!
Ify menyusuri koridor
sekolah, melewati kelas demi kelas dan koridor demi koridor! Tiang tiang
penyangga sekolah yang berdiri kokoh inipun ikut menyambut Ify.
Tiba-tiba….
BRUUKKK!!!
Ify terjatuh!
Seseorang yang
ditabraknya juga sepertinya ikut terjatuh.
Ify mencoba beridiri
dan meminta maaf pada orang yang ditabraknya itu…
Dan….
“maaf, maaf..
gue…..” omongan Ify terpotong .
“LO GAKPUNYA MATA
APA!?” bentakkan keras dari mulut seseorang yang ditabraknya tadi sukses
membuat Ify jantungan! *nah lho?._.*
Ify memerhatikan wajah
orang tadi! Ternyata Debo!
“Kak..”
“KALO JALAN PAKE MATA
DONG!!!” Debo yang saat ini sedang tak bisa mengontrol emosinya!
Ify menunduk! Mata nya
mulai memanas, air mata Ify sudah mulai jatuh dari sudut mata nya! Ify takbisa
menahan bendungannya!
*Debo bodoh banget ya?!
TAU IFY KAN DIA GAK SUKA DIBENTAK! Hadeuhh-____-*
Lalu….
“LO BIASA DONG! KENAPA
SIH LO!?”seseorang membentak sambil mendorong Debo! bentakan yang tak kalah
keras dari bentakan Debo pun menyerang Debo yang sedaritadi masih sibuk
mengontrol emosinya. *siapa coba? Itu pacar gue donngg ! #EH!
Debo terdorong ke
belakang!
“Shit” geram Debo
Lelaki itu menatap Ify,
dia gak tega juga liat Ify digituin sama Debo!
“Rio..” lirih Ify
Yup, itu dia! Rio sang
superhero! wohahaha :P
Debo yang mulai bisa
mengontrol emosinya, langsung menatap Ify.
“Ify.. maafin gue? Gue
gak maksud..”
“gausah deketin Ify
lagi!” Sahut Rio yang langsung menarik tangan Ify.
Debo hanya terbengong
melihat Rio dan Ify berlalu dari hadapannya.
Dia sangat menyesali
perbuatannya! Dia masih kesal dengan pertengkarannya dengan Papahnya semalam!
“maafin gue , fy..”
lirih Debo, yang masih terdiam di tempatnya.
SKIP>>>>>>>>>>
Andaikan dia tahu,
Apa yang kurasa…
Resah tak menentu,
mendamba cintamu…
Andaikan dia rasa,
Hati yang mencinta…
Kuyakini kau Belahan
Jiwa…
“Makasih Yo.” Kata Ify
sambil menghapus air matanya yang masih membasahi sudut matanya.
“iya, aku gakmau liat
kamu sama DEBO!” sahut Rio menekannkan nama ‘DEBO’ itu dan lalu pergi
meninggalkan Ify. Ify hanya menghela nafas.
“Arrrrggggghhhhh!”Ify.
setengah berteriak!
***
TETTT…. TETTTT… TEETTTT
(bunyi bel sekolah ceritanyaaaa) :P
Rio sedang membereskan
buku-bukunya ke dalam tas, tiba-tiba ponsel Rio bergetar! Yang menandakan
adanya pesan masuk! Rio langsung membukanya.
FROM : +6285233xxxxx
gue tunggu lo di
lapangan basket siang ini!
#Debo!
Rio mengernyitkan
dahinya!
Selesai membereskan
bukunya Rio segera berlari ke lapangan basket!
Lapangan Basket…..
Tanpa rasa ragu ia
menghampiri Debo yang sedang mendrible bola basket dengan santai.
“ada perlu apa lo?!”
tanya Rio *gaknyante*
Debo hanya tersenyum
sinis sambbil menggiring bolanya.
“nyantai Bro!” sahut
Debo
“Gue Gak Bisa
Lama-Lama! NGERTI lo?” Rio sedikit emosi
(Rio Emosian banget
yaaa?-_-)
Debo melihatnya langsng
berhenti di hadapan Rio sambil memenggangi bola basketnya!
“gini Bro. gue Cuma mau
bilang…”
SKIPPP>>>>>>>>>>>
hahaha Bilang apa coba Debo nya ?:P #GUBBRAK hahah
Di SKIP ya?:O wkwk
(readers ngamuk! Gue kena tampol? TIDAKKKKKK…. *ngumpet di punggung Gabriel*
HOHO._.v maaf deh! Kan biar pada penasaraaan gitu. Penasaran gak? #PEDEBures
gue:P hehehe
***
Tapi hampa terasa
disini tanpamu…
Bagi ku semua takkan
berarti lagi…
Kuingin kau disini,
Tepiskan sepiku…
Bersamamu…
“Ify.. kamu jadi ikut
mamah gak ke bandung?” Mamah Ify sukses membuat Ify terbangun dari lamunan nya
tadi!
“hmm, ga tau Mah, Ify
juga bingung! Males Mah Ify..” jawab Ify sambil ketawa
“kalo kamu gak ikut juga
ga apa-apa Fy, lagian Mamah di Bandung juga ga bakal lama. Setelah pindahan
Tante beres juga langsung pulang..” ujar Mamah, sambil tersenyum pada Ify
Ify mengangguk, “iya
Mah, kayaknya Ify ga ikut aja ya?”
“iya, terserah kamu
sayang. Yang pasti kamu jaga diri baik-baik pas Mamah gak ada di rumah! Jangan
macem-macem.” Ucap Mamah lagi
“sipoo Mamah”
***
Aku disini untuk Cinta
..
Memenangkan hati
kalahkan dunia..
Sore ini begitu indah.
Cakrawala membiaskan violet-violet yang membuat senja ini begitu mempesona.
Kicau burung yang hampir tak terdengar atau samar-samar di antara pepohonan
lebat di taman ini membuat suasana semakin nyaman.
Via duduk disebuah
bangku taman tersebut sambil melantunkan lagu…
Aku
ingin engkau selalu,
Hadir
dan temani aku..
Tiba-tiba….
“asekk dah! Lagunya
bikin gue Galau!” sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah ALVIN.
Via melihat lelaki itu.
Memerhatikannya…
“Apa lo?” ujarnya cuek
“weisssst, ampuun qaqa!
Sewot banget sih” ucap Alvin sambil terkekeh
“habisan kamunya! Ko
jadi Galau sih?”
“haha, kamunya juga
nyanyi buat siapa tuh lagunya?” Alvin yang masih tertawa
Via melipat tangan nya
di dada. Bibir nya mengerucut.
“uhh” gerutunya
“kenapa? Hahaha ciyee
yang kangen sama pacarnya!” Goda Alvin sambil mencolek dagu Via
“ih ih! Apadehh kau!”
“ciyeeee!”Alvin
terkekeh melihat tingkah Via
“Woo! Ciyee doong! Aku
nyanyi nya buat Pacar ku! Kamu mah gatau ya? Sian deh Apin!”
Alvin menaikkan sebelah
alisnya.
“yaudah!” ucap Alvin
singkat
“yaudah apa? Kenapa?”
Via penasaran
“kalo kamu punya pacar
lagi! Yaudah” Alvin terlihat cuek! Matanya terlihat menerawang.
“iya yaudah apa?”
sekarang Via lumayan penasaran dengan tingkah Alvin saat ini.
“gue mau terjun aja!”
“HEH!! Gila Lo!” pekik
Via!
Alvin agak tertawa
menatap Via.
“apa ketawa?”
“kenaapa mukanya jelek
begitu neng?” Goda Alvin lagi
Via memutarkan kedua
bola matanya.
“Huuuuu dasarr Chubby
Lo!” tiba-tiba Alvin
“ih! Kodok Sipit!”
“eh taplak!” Alvin
sambil mengacak-acak rambut Via
“uh! Serbet Lo”
“Chubby!”
“gue mah Cantik!” Via
Pede
“gue Ganteng!”
“Gue Imut!”
“Imutan gue!”
“gue Manis!!”
“Manisan gue!!!”
“Asem Lo!”
“Pahit Lo!!!”
“ihh ALVIN RESE!!”
“Lo lebih RESE!” Alvin
terkekeh
“LO!”
“LO!”
“ELO!”
“ELO!”
“LO!”
“LO!”
“LO!”
“ih Via udah ah!” Alvin mengakhiri perdebatannya dengan Sivia
Alvin mencubit kedua
pipi chubby Via
“aw…! Alvin rese ya!!”
Via membalas dengan mencubit pinggang Alvin
“ahhhh.. iya iya sorry!
Gak gitu lagi deh!” teriak Alvin sambil berlari.
Via tertawa, lalu
mengejar Alvin.
“Apin, cape
tau..hhhh…hhhhh” sahut Via yang sudah bisa menyamai langkahnya dengan Alvin
“lagian siapa suruh
ikut lari kaya begitu!” Alvin berjalan santai sambil menatap Via yang masih
dengan nafas yang terseok.
“pulang yuk Vi? sudah
hampir malem” sahut Alvin lagi sambil menarik tangan Via
Via masih terlihat
menikmati senja ini,
“hey, mau nginep disini
mbaa?” goda Alvin
“ih… emang kenapa?”
jawab Via asal
“oh yaudah. Kan katanya
denger denger disini tuh kalo malem sering ada penampakan gitu… terus…..” belum
selesai Alvin meneruskan kalimatnya Via sudah menariknya.
“Ayo pulaaaang!” kata
Via setengah berteriak!
Via kan takut banget
sama hal kayak begituan. Heheh
“hahaha , kenapa?
Katanya mau nginep?”
“udah diem!! Ayo
pulang!” sahut Via lagi
Senja ini memang sudah
beranjak!
Matahari telah kembali
dari peraduannya.
Langitpun sudah mulai
gelap.
Bulan Bintang sudah
siap menggantikan sang surya.
Seraya suara adzan
menggema dunia, waktu magrib telah tiba.
Kini sudah seharusnya
umat muslim mennuntaskan rakaatnya.
Berdoa kepada Yang Maha
Kuasa.
Wahai…
Kini
malam-Mu telah datang
Kami
akan segera menuntaskan rakaat demi rakaat
Berdoa,
Berikhtiar, Bersyukur, dan Bersujud kepada-Mu
Runtunan
doa tertuju pada-Mu
Bagai
kabut putih berpigmen, menunggu giliran
***
Will you stay awake for
me…
I don’t wanna miss
anything…
Aqueous Humor in her
Face.
Mungkin Sudah sebulan
lebih sikap Rio berubah dingin seperti ini terhadap Ify! Ify berfikir bahwa Rio
udah gak sayang lagi mungkin sama dia! Tapi Ify masih sayang sama Rio!
Ya
Tuhan, apa akhir dari semua ini? Apakah aku akan ‘sakit’? aku gak kuat liat
sikap Rio yang berubah drastis terhadap aku! Aku sayang dia tuhan, jangan buat
hubungan di antara kita ini hancur hanya karna hal yang sepele seperti ini. Batin
Ify
“Rio!”panggil Ify yang
melihat Rio berjalan ke arah cagiva nya
“hmm? Apa Fy?”
“kamu tuh kenapa sih?
Masih marah sama aku?”
“gak!”jawab Rio singkat
padet jelas pula ._.v
“Rii, denger aku dulu!
Kamu kenapa? Aku gasuka diginiin terus sama kamu! Kalo kamu udah ga sayang sama
aku bilang Yo.. jangan bikin aku tambah
sakit..” kata Ify, air mata nya sudah meleleh , membentuk likukan sungai kecil
di pipinya. Rio tersentak melihat Ify seperti ini.
“apa ini memang mau
kamu? Kamu mau kan aku udah ga sayang lagi sama kamu, dan seterusnya kita putus!
Mau hah!? Terus kamu bakal seneng-seneng gitu sama Debo iya kan!!?” bentak Rio
Ify yang paling gasuka
dibentak , langsung jatuh terduduk di hadapan Rio.. (rio bodoh! Huh… maaf para
*RISE* )
“Rio…” kata Ify sambil
menghapus aliran sungai kecil dipipinya tersebut!
Rio terperangah, Ify
masih tenggelam dalam tangisnya yang terurai.
“maafin gue Fy? Maaf..”
kata kata itu muncul dari Rio sendiri
“maaf Yo, kalo selama
ini aku Cuma buat kamu kesel, buat kamu marah, dan ngebuat hidup kamu susah
karena adanya aku! Maaf! Makasih Yo atas semua perhatian , kasih sayang, dan
sudah banyak mengisi hari-hari aku saaat sepi Yo.. makasih ! aku tau aku bukan
yang terbaik buat kamu! Semoga kamu mendapatkan yang terbaik dari pada aku Yo..
dan terimakasih karna saat aku bersamamu kamu selalu ngejaga aku” ujar Ify
lemah,
Rio masih dengan
keterperangahannya melihat Ify.
Wajah Ify yang putih,
bertambah putih dengan pucat di wajahnya. Matanya merah. Air mata Ify tak
hentinya keluar. Tetes demi tetes air mata Ify, tetes demi tetes pula kepedihan
hati Rio bertambah karena melihat Ify –wanita yang ia sayang- menangis dengan
terurai. Rio Cuma pengen liat Ify senyum.
“aku bukan yang terbaik
buat kamu, sekarang terserah gimana kamu aja Yo.. maafin aku. Aku gaktau harus
gimana lagi (?) kalo kamu lebih bahagia gak sama aku,gapapa ko Yo.. aku bisa
ngertiin, mudah-mudahan aja ini semua keputusan terbaik buat kamu, walaupun aku
sakit. Aku Cuma pengen liat kamu senyum ko Yo, suatu kesenangan sendiri buat
aku kalo liat kamu senyum bahagia” Ify meneruskan kalimatnya, terisak.
Tangisnya pecah, Ify menghela nafas panjang! Rio membangunkan Ify
“Fy maafin aku? Aku
yang salah, aku lakuin ini , karna aku pengen tetep nge yakiinin kalo hati kamu
itu Cuma buat aku seorang. Maaf in aku fy? Aku yang salah! Gue memang BODOH Fy!
Gue BEGO! Maaf udah bikin lo sakit dalam ke-tidak- harusan ini Fy. Maaf? ” Rio
memeluk Ify erat! Rio sangat menyesal dengan sikap bodohnya ini!
“tapi Yo?” Ify mendongak
“Maaf Fy? Maaf banget!
Aku masih sayang sama kamu! Malah saat kamu deket sama Debo ! rasa sayang aku
makin bertambah , itu yg ngebuat aku takut Fy, takut kehilangan kamu!” Rio
meyakinkan
Ify hanya terdiam
menangis! “jangan nangs lagi! Aku Cuma mau liat senyum kamu! Bukan air mata
kamu Fy..okay? please! No Aqueous Humor liebe (kumohon, jangan air mata
sayang!) ! I just need your smile dear..” Rio mencium keninng Ify..
Untung saja keadaan
disekitar sekolah sudah sepi jadi tak ada yang menyaksikan –kelangakaan adegan
mereka berdua kecuali Alvin dan Sivia pastinya! Yang sedari tadi melihat
kejadian itu.
“maafin aku Fy? Aku
sayang kamu! Gak boleh ada yang ngambil kamu dari hati aku! Titik! Siapapun
itu! tapi kalo kamu Benci sama aku.. aku terima ko Fy, ini udah resiko aku
mungkin. Maaf Fy. Sekali lagi Maaf” seru Rio , Ify mulaai menyunggingkan senyum di bibir nya.
“kalo aku benci sama
kamu gimana?”
Rio hanya menunduk,
“yaudahlah Fy, sekali
lagi maafin aku ya..” lirih Rio sambil berniat melangkahkan kakinya.
Meninggalkan tempat itu.
Rasa Kecewa yang
melembaga dalam diri Rio saat ini. Dia menghela nafas panjang, memaksa oksigen
masuk ke rongga parunya untuk bisa merasa lebih tenang. Gagal. Hal itu sama
sekali tak membuat sesak dalam dadanya berkurang!
Tiba-tiba...
“makasih Yo, aku juga
sayang kamu!” sahut Ify sambil memeluk tubuh Rio dari belakang. Rio kaget. Hal
ini tiba-tiba Ify lakukan.
Rio membalikan badanya
dan melepaskan pelukan Ify. Rio mengahdap Ify.
“Ify?” ucapnya
Ify tersenyum
“apa?”
“kamu..”
“aku sayang ko sama
kamu! Tapi aku gasuka kamu ngelakuin hal bodoh macam yang kamu lakuin sama aku!
Kesel banget dah… tapi itu gak cukup buat jadiin alasan ngebenci kamu!” Ify
berucap sambil terus memamerkan senyum manisnya.
Rio terdiam
“maaf ya?”
“iya…”
“jadi kamu mau jadi
pacar aku lagi?”
Ify mengernyitkan
dahinya.
“lagi?? Emang kita
pernah putus ya? Fikir ku belum deh” Ify langsung berlari ke arah Alvin dan
Sivia berada.
Via dan Alvin hanya
tertawa
“Wey IPIIII” Rio
mengejar Ify
“aaaaaaaaaaa, ka Alvin,
Via tolong gue! Gue dikejar-kejar orang gila” Ify terus berlari
“sarap Lo” pekik Rio
“kenapa lo suka?” Ify
tiba-tiba
Rio hanya tersenyum
memamerkan giginya.
Yang lainnya hanya
tertawa
Tiba-tiba….
BRUKKKK
Kebiasaan Ify..
Ify jatuh tersungkur….
“IFY?” Rio khawatir
“kaka?” ucap Ify
“iya? Langgeng ya sama
Rio. Maaf yang kemarin-kemarin sempet bikin hubungan kalian agak renggang. Tapi
swear deh, gue gak bermaksud ngehancurin hubungan lo sama Rio Fy?” Sahut orang
yang ditabrak Ify sambil membangunkan Ify
“iya, gapapa ka Debo.
Gue udah maafin lo ko” Ify tersenyum
“lo emang baek ya Fy.
Beruntung Lo dapet Ify,Bro” ucap Debo pada Ify dan Rio yang daritadi sudah ada
di belakang Ify.
Rio tersenyum.
“thanks Bro!” Rio yang
mengatakannya
Ify heran sama Rio!
Tapi Ify cukup lega juga kalo memang mereka sudah baikkan.
Tapi bingung juga ,
soalnya Ify kan gatau gimana mereka baikkan atau sebagainya!
*FLASHBACK
ON*
TETTT…. TETTTT… TEETTTT
(bunyi bel sekolah ceritanyaaaa) :P
Rio sedang membereskan
buku-bukunya ke dalam tas, tiba-tiba ponsel Rio bergetar! Yang menandakan
adanya pesan masuk! Rio langsung membukanya.
FROM : +6285233xxxxx
gue tunggu lo di
lapangan basket siang ini!
#Debo!
Rio mengernyitkan
dahinya!
Selesai membereskan
bukunya Rio segera berlari ke lapangan basket!
Lapangan Basket…..
Tanpa rasa ragu ia
menghampiri Debo yang sedang mendrible bola basket dengan santai.
“ada perlu apa lo?!”
tanya Rio *gaknyante*
Debo hanya tersenyum
sinis sambbil menggiring bolanya.
“nyantai Bro!” sahut
Debo
“Gue Gak Bisa
Lama-Lama! NGERTI lo?” Rio sedikit emosi
(Rio Emosian banget
yaaa?-_-)
Debo melihatnya langsng
berhenti di hadapan Rio sambil memenggangi bola basketnya!
“gini Bro. gue Cuma mau
bilang sama Lo! Gue ngaku, dari pertama gue ngeliat Ify, gue udah suka saama
dia! Tapi Ify nya gak suka sama gue. Dia udah nolak gue. Dan mungkin sekarang
gue memang harus ngerelain Ify. Dan Lo! Jaga Ify baik-baik ya? Langgeng terus
Bro! jangan sampe lo bikin Ify sakit!!!” ucap Debo. Yakin
Rio menaikan alis
kanannya.
“jadi lo udah pernah
nembak Ify gitu?” tanya Rio penasaran
Mata Rio terlihat
menerawang. Debo agak menunduk, memerhatikan Bola Basketnya.
“yup! Gitu deh! Pas
malem itu. gue tau lo bakal jemput Ify! Sekarang jaga Ify! Gue anggap dia adek
gue sendiri! Jangan pernah sakitin IFY! Ngerti kan lo?” sahut Debo! Mantap
Rio membuang
pandangannya terhadap Debo.
“oke! Gue gak bakal
nyakitin dia! Dan bagaimana pun! Gue ngucapin makasih ke lo sob! Thanks!” Rio
menghela nafas. Menengadah
Awan sekarang sudah
mulai mendung! Sepertinya rintik hujan sudah siap menyiram Bumi ini.
Rio dan Debo sudah
mulai akrab sejak saat ini, detik ini, menit ini.
AUTHOR V.O.P
Kita teriak ….
AMIIIIIIIIIIIIIIINNNNN !!!
Hahaha maaf jadi gaje
nih… udah mulai buntu heheh maaf ya?:D”
*FLASHBACK
OFF*
“kayaknya gue udah
mutusin semuanya! Gue bakal ikut bokap gue ke Bandung”
“wahh, serius lo ka?”
Ify penasaran
“iya Fy! Yo, jaga Ify
baik-baik ya? Gimana juga Ify udah gue anggep sebagai adek gue sendiri! Okay
myBro?” Debo berkata lagi
“pasti Bro! lo tenang
aja!” ucap Rio mantap
“kalo gitu gue duluan
yaa? Bye guys! See u!” Debo langsung melangkahkan kakinya dari tempat Ify dan
Rio berdiri, melambaikan tangannya.
RiFy membalasnya dan
tersenyum.
Hal yang sama pun
dilakukan oleh Alvin dan Via.
Rio mengacak-acak
rambut Ify! Ify tersenyum!
AlVia [Alvin-Via]
menghampiri mereka.
“beginikan lebih
baik..” seru Sivia sambil tersenyum
“bener !” ujar Alvin
mantap!
RiFy [Rio-Ify] hanya
tersenyum
“eh Fy, lo jadi pindah
ke Bandung ?” tiba-tiba Via bertanya, mata Rio dan Alvin menerawang.
“allez-vous, Vi?” { Mau
Kemana , Vi? } tanya Rio penasaran dan untuk memastikan sambil menatap Ify
“VIAAAAAAAAAAAAA! Apaan
sih? Siapa juga yang mau pindah!huh..” Ify melengos
Via mengangkat sebelah
alisnya
“Fy? Pindah? Maksudya
apa?” Rio penasaran
“hm, gak pindah ko Yo.
Itu mah Via aja! Salah info dia. Gak pindah, orang Cuma mau bantu-bantu tante
aku doang pindahan ke Bandung. Lagian aku pun gak ikut! Jadi Cuma Mamah doang
yang ikut tante..” sahut Ify menjelaskan
AlVia meng-o-kan
mulutnya, Rio pun begitu!
“Kamu gak boleh jauh
jauh dari aku ya..” ujar Rio
Ify menatap wajah Rio,
lalu tersenyum
“eh Chubby! Awas aja Lo
sampe pergi dari hati gue! Gue rebus Lo!” tiba-tiba Alvin mengagetkan Sivia
“kampret Lo Vin! Memang
gue apaan maen rebus-rebus aje!” Via melengos sambil menjitak kepala Alvin.
Sukses. Avin kesakitan.
“biarin! Ntar gue
karungin Lo!” Alvin terus menggoda Via
“coba aja kalo lo
bisa?wleeee! dasar Kodok Sipit!” ucap Via sambil menjulurkan lidahnya lalu
berlari
Alvin mengejar Sivia.
“Eh, Chubby! Tengil lo ya?
Awas Lo! Ketangkep gue Gantung!” Alvin berteriak sambil terus mengejar Sivia.
Rio dan Ify hanya
terkekeh melihat semuanya.
Hidup ini hidup yang
penuh bahagia…
Tetap semangat dan
jangan putus asa…
Hidup ini hidup yang sangat
berarti…
Terus berjuang tuk
menggapai impian…
“Kenyataaan… Hidup itu
indah!
Tetap jalani, syukuri,
dan nikmati!
Tak lupa untuk selalu
berdoa, Bersujud, bertawakal, dan bersyukur kepada-Nya!
Always Remember To God!”
THE END! :P
***
Dentingan Piano kini
memenuhi ruang tamu rumah Ify,nadanya mengalun sangat indah, membuat nyaman! Ify
memang lihai dengan hal bermain piano. Bahkan disaat sedang sepi sendiri Ify
biasa memainkan piano dengan senandung hatinya yang menemani.