Kamis, 12 Juli 2012

RASI ORION :)

Rasi Bintang Orion / Belantik / Pemburu Besar


Rasi bintang Orion yang terkenal... sehingga dikenal oleh berbagai peradaban kuno. Banyak muncul berbagai cerita mengenainya. Rasi Bintang Orion dapat dilihat di Langit sebelah Barat. Bintang-bintang terangnya terletak di Ekuator Langit dan terlihat dari seluruh dunia, sehingga membuat rasi ini dikenal secara luas. Mudah sekali kita untuk dapat menemukan Rasi Bintang Orion ini dengan mata telanjang. Beberapa literatur menyebut kemunculannya pada bulan Januari-Februari lebih jelas terlihat. Untuk dapat melihatnya sebagai Pemburu diperlukan imaginasi kita masing-masing saja. Mudah dikenali karena adanya 3 (tiga) bintang kembar yang terang berderet sejajar membentuk sabuk sang pemburu / sabuk orion (Orion Belt) yaitu Alnitak (Zeta Orionid), Alnilam (Epsilon Orionid), dan Mintaka (Delta Orionid) ~ (ζ,ε, dan δ).  Bergeser agak ke selatan maka terdapat 3 (tiga) bintang yang lebih redup, deretan tiga bintang pedang (M43, M42, dan M78) sebagai Rasi Waluku (Bintang Bajak). Disebut M42, M43 dan M78 karena adalah sebuah Nebula. M42 bermagnitudo 4.0 sehingga banyak yang mengira M42 adalah bintang, namun tahun 1619 astronom Rennus Cysarus menemukan bahwa M42 adalah sebuah Nebula Besar. Kemudian ujung sebelah kiri ada bintang Betelguese (Alpha Orionid) yang digambarkan sebagai Bahu. Di bawah secara diagonal terdapat bintang Rigel (Beta Orionid) yang membentuk kaki Orion.Sedikit informasi kalau bintang Rigel melebihi terang dari bintang Betelguese. Rigel adalah bintang raksasa biru-putih bermagnitudo 0.08 dan menenmpatkannya sebagai bintang paling terang ke 6 (enam) dilangit dan terterang di Orion. Sedangkan, Betelguese bintang variable raksasa merah bermagnitudo antara 0.14 - 1.3 menempatkannya sebagai bintang terang ke 20.
Orion ini berguna sekali untuk menentukan letak dari bintang-bintang lainnya. 
Yang tidak kalah terkenal dari Rasi Orion ini adalah Orionid Meteor Shower yang biasa terjadi 15-29 Oktober. Biasanya mencapai puncaknya pada tanggak 2. Sekitar 20 meteor per jam, namun juga bisa 7 sampai 35 meteor per jam.

sumber wikipedia

Sumeria kuno melihat pola bintang ini sebagai domba, sedangkan Cina Kuno menyebut Orion adalah satu dari 28 zodiak Xiu (宿). Dikenal sebagai Shen (參), yang secara harfiah berarti "tiga", rasi bintang ini mungkin dinamai demikian karena tiga bintangnya yang terletak pada sabuk Orion. Di Mesir Kuno, bintang-bintang ini disebut sebagai Dewa Cahaya (Osiris). Pelaut Austronesia menggunakannya sebagai pembantu penunjuk garis khayal barat-timur. Petani Jawa menggunakannya sebagai petunjuk masa dimulainya penanaman padi pada sawah tadah hujan, sayangnya apakah ini masih dipakai atau tidak oleh petani jawa... saya kurang tahu.. :P 



Orion sang pemburu berdiri di sebelah sungai Eridanus, dengan dua anjing pemburunya Canis Major (anjing besar) dan Canis Minor (anjing kecil) melawan Taurus (kerbau), juga ada Lepus (si Kelinci) disekitarnya, selain itu juga berbatasan lagi dengan Gemini dan Monoceros.

Secara Mitologi bercerita mengenai Orion yang jatuh cinta pada Merope dan ingin menikahinya, namun tidak direstui Raja Oenopion ayah Merope. Orion melakukan segala cara termasuk dengan kekerasan. Raja Oenopion setelah berunding dengan Dyonosius menyihir Orion untuk tidur panjang juga membutakan matanya. Setelah terbangun dari tidur panjangnya Orion meminta bantuan kepada seorang peramal untuk dapat melihat kembali. Sang peramal menyuruh Orion melakukan perjalanan dan membiarkan matanya disinari sinar matahari agar penglihatannya kembali. Akhirnya ia hidup di Kreta sebagai pemburu gagah berani, sampai akhirnya Dewi Artemis yang jatuh cinta padanya yang juga membunuhnya. 

Versi cerita lainnya, Orion yang menganggap dirinya sebagai pemburu terbesar di dunia. Hal ini terdengar oleh Hera (istri dewa Zeus) dan dia memutuskan untuk mengirim kalajengking pada Orion. Orion pun disengat hingga mati oleh kalajengking itu. Zeus menyesali hal ini dan menempatkan Orion di langit. Kalajengking itu pun juga ditempatkan di langit, sebagai rasi bintang Scorpion. Fakta yang cukup menarik bahwa saat satu dari dua rasi bintang ini terbit dari horison, rasi yang lain akan sudah terbenam. Dengan demikian dua pesaing ini tidak akan pernah bertemu kembali.

Sabtu, 07 Juli 2012

STRANGER IN MOSCOW LYRIC (MICHAEL JACKSON)

I was wandering in the rain
Mask of life, feelin' insane
Swift and sudden fall from grace
Sunny days seem far away
Kremlin's shadow belittlin' me
Stalin's tomb won't let me be
On and on and on it came
Wish the rain would just let me

How does it feel (How does it feel)
How does it feel
How does it feel
When you're alone
And you're cold inside

Here abandoned in my fame
Armageddon of the brain
KGB was doggin' me
Take my name and just let me be
Then a begger boy called my name
Happy days will drown the pain
On and on and on it came
And again, and again, and again...
Take my name and just let me be

How does it feel (How does it feel)
How does it feel
How does it feel
How does it feel
How does it feel (How does it feel now)
How does it feel
How does it feel
When you're alone
And you're cold inside

How does it feel (How does it feel)
How does it feel
How does it feel
How does it feel
How does it feel (How does it feel now)
How does it feel
How does it feel
When you're alone
And you're cold inside

Like stranger in Moscow
Like stranger in Moscow
We're talkin' danger
We're talkin' danger, baby
Like stranger in Moscow
We're talkin' danger
We're talkin' danger, baby
Like stranger in Moscow
I'm living lonely
I'm living lonely, baby
like a Stranger in Moscow

[KGB interrogator - Russian to English Translation]
"Why have you come from the West?
Confess! To steal the great achievments of
the people, the accomplishments of the workers..."

Kamis, 28 Juni 2012

Aqueous Humor In Face

Kehidupan … tak seperti bilangan matematika yang jika kita hitung akan menentukan hasil dari bilngan tersebut! Hidup kita ini tak bisa kita tebak begitu saja! Tapi tetap yakinlah , semua yang terjadi pada hidup kita itu bukan kebetulan atau secara tiba-tiba. Percayalah, ini semua pasti sudah direncankan! Tuhan pasti sudah merancang dan merencanakan semua yang terjadi atau yang akan terjadi pada hidup kita! Tetaplah berdoa dan selalu bersyukur akan semua yang terjadi pada hidup kita! Always Remember To God!  *@aldaarach*



Keramaian Sang Senja…


Lantunan nada gitar yang teratur,dengan not berbarisnya yang ia petik, begitu indah,memperamai senja pada hari ini. Teduhnya nuansa sang awan membuatnya untuk mengubah suasana hatinya yang kini sedang  dilanda kebosanan. Nada-nada yang terpetik mengiringi suara merdu gadis tersebut.

Gadis itu menyadari sebuah tatapan yang tidak asing lagi baginya, yup Rio, Mario Stevano Aditya Haling  sahabat nya.
Rio berjalan menghampiri gadis itu lalu tersenyum menatap gadis itu, “sendirian aja Fy?kenapa?” tanya Rio seraya duduk disebelah gadis tersebut , yeah, Ify ! Alyssa Saufika Umari.
Ify tersenyum, “gak apa apa ko , isenng aja sambil main gitar” jawab Ify sekenannya

Perasaan apakah ini? sering menghampri diriku? Selalu membuatku bertanya-tanya. Aku mencoba memahami ini, terus. Setiap dekat dengan dia, perasaan ini…

Rio meng-o-kan mulutnya,  “pinjem dong gitarnya….” Seru Rio
“nih..” ujar Ify sambil memberikan gitar nya pada Rio “nyanyii ya” sambungnya sambil tertawa.
Rio hanya tersenyum.
Riio mulai memetik gitarnya, melantunkan sebuah nada yang cukup indah.. dan mulai bernyanyi..

aku mengenal dikau
tak cukup lama separuh usiaku
namun begitu banyak
pelajaran yang aku terima

kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni

segala kebaikan
takkan terhapus oleh kepahitan
ku lapangkan resah jiwa
karna ku percaya kan berujung indah
  
kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni 
harmoni, harmoni, harmoni

Rio menyelesaikan lagu itu dengan sempurna! Ify menatap Rio , “bagus yo.. keren!” seru Ify girang
Rio tersenyum melihat Ify “makasih Fy” ucap Rio
Mereka berdua menikmati senja ini, indah sekali rasanya. Membuat rasa nyaman pada setiap hati yang memaknai .


***

And I will make you understand..
Oh baby , if you open your heart to love me…

Ketika cinta datang menghampiri jiwa, mengisi lorong lorong mistis dalam hati. Seperti apakah yang kau rasakan? Pertama , mungkin tak dapat kau pahami. Tapi tetap ku cobauntuk memahami semuanya walau hanya secepat ‘halley’


Istirahat….
“Makasih ya Yo” Ucap sang gadis ceria sambil mencomot langsung sejumput chitato tanpa meminta izin pemiliknya. Sedangkan sang pemuda -sang pemilik- masih saja memandang heran kearah gadis disebelahnya mejanya yang asyik mengunyah Chitato ‘curian’
“Ifyyyyy, ayo cepetannn” Ucap suara lain tak sabar memanggil gadis disebelah pemuda tadi.
“Iya Viii, bentar. Yo, ikut kekantin yuk” Ajak sang gadis disebelah pemuda tadi -Ify-
Belum ada jawaban dari pemuda yang masih asyik mengunyah chitato. Sebuah tangan langsung mengamit lengan Ify. Via gak sabaran banget sih. “kak Rio, akunya pinjem Ify nya dulu yaaaaaaa bye kak….” Kata Via..

“Riooo gue duluan yaaaa” teriak Ify sambil terus berlalu dari hadapan Rio
“hey, nanti balik bareng gue gimana ? gue tunggu lo yah” ujar Rio tak kalah dengan teriakan Ify barusan.
Ify yang masih ditarik Via hanya merengut bingung, “Vi, lepasin heh.” Ujar nya
“iyaiya” sekenan Via
Tadi Rio ngomong apaan ya? Gak denger gue hadeuh… batin Ify
Ify duduk di bangku kantin disebelahVia, “ Fy, mau makan gak lo?” tanya Via
“hm, gak deh Vi.. gue lagi males makan.” Jawabnya singkat sambil terus memikirkan apa yang tadi Rio omongkan .
Gue coba sms deh.. batin Ify lagi
Ify mengetik sebuah pesan singkat pada ponselnya..
TO : Rio Stevano
Yo..
*sent*
Tak lama ponsel Ify sudah bergetar menandakan ada pesan masuk, Ify membukanya
FROM : Rio Stevano
Kenapa Fy? Tumben sms gue, kangen ya?:D

Ify merengut melihat balasan dari Rio itu, Ify mengetikan balasan…
TO: Rio Stevano
Nyeh.. pedesangat lo .. tadi lo ngmong apa sih yo? Pas gue ditarik Via itu lho, gue gak denger. Sorry.
*sent*

“Fy, mau gak?” tawar Via sambil menyodorkan snack yang ada di tangannya.
“gak Vii, gue bagi minum lo aja ya.. hehe” jawab Ify sambil mengambil minuman Via
“iye..” ucap Via sambil terus memainkan ponselnya. Sibuk sms an sama Alvin-_-

Ponsel Ify bergetar (again)
FROM: Rio Stevano
Jujur aja Fy, lo kangen kan?:p oh itu, ntar balik bareng gue yuk? Mau?
Ify mengerucutkan mulutnya..
apabangetdeh Rio.. gue kangen apa engga ya? Huhuu ! EH apa apaan ini IFY? Udah ah!! Stop! Ify membatin.
TO: Rio Stevano
RIO Ngeselin. Iya gimana nanti deh.
*sent*
1 pesan masuk…
Tidak!
2 pesan masuk di ponsel Ify…
Ify langsung  membuka nya, pesan pertama…
FROM : 0852xxxxxxxx
Fy, pulang nanti team basket inti disuruh kumpul dulu sama Pak Duta. Langsung ke lapangan ya.

Ify heran, siapa ini?
TO: 0852xxxxxxxx
Okay, inisiapa?
*sent*
Pesan dari Rio…
FROM : Rio Stevano
Gue kan ganteng Fy, eh lo harus balik bareng gue pokoknya. Titik ! no reason dear..!

TO: Rio Stevano
Dih, gak nyambung yo! Iye, eh ada basket dulu disuruh Pa duta, lo ikut kan?
*sent*
 1 pesan masuk , dari nomer yang tak dikenal Ify….
FROM : 0852xxxxxxxx
Ini gue Debo, okay see ya:*
Ify terbelalak kaget melihat balasan dari orang itu! kak Debo…. Aneh banget sih..
Ify berfikir untuk tak membalas pesan dari debo tadi…

AUTHOR V.O.P
Author: Hahaha apabanget deh Debo! Pake tanda –cium- segala balesnya. WOOO!
Nanti kan kasian RIO nya cemburu!
IFY nya juga bingung! Kalian bingung gak? Bingung ya? Sian deh :P haha peace -_-v *digaplok readers* AMPUUUUNNNNN, *lari-lari kearah Gabriel sambil minta tolong ke Gabriel!:P* #EH apacoba ! hahah udah ah #ABAIKAN BOSS, sorry!

***
When I see you smile, I can face the world…
When I see you smile, I see a ray of light..
Oh, Baby when I see you smile at me…

“Ify…” panggil Via pada Ify yang baru saja menginjak tepi lapangan basket.
“apa Via? Kemana aja sih ? daritadi ko gue galiat lo ya? Biasanya kalo udah ada basket lo paling riweuh gara-gara Alvin si –pemain handal- itu… Mentang-mentang sekarang sekelas sama Alvinmuu:p” Ify menjawab –Sivia Azizah, salah satu sahabat deket-banget- sama Ify dari kecil-
Via senyum-senyum sendiri! “hehe maaf Fy, mhihih eh sampe jam berapa nih latihan basket? Kalo sebentar sih gue mau tungguin Alvin disini.” Ucap Via –Alvin Jonathan Sindunata, sahabat Ify sama Rio juga, tapi Alvun sahabat kecilnya Rio…-
Ify tersenyum.
“mm, gue kurang tau, tapi kayaknya kita gak latihan deh, Cuma ada breefing doang sebentar sama Pak Duta…” jawab Ify sambil mengambil botol air mineral nya dan meneguk isinya.
“oh gitu ya? Hiihhi makasiih Ify ku…” seru Sivia
Ify hanya tertawa melihat sahabatnya itu, “tuh Alvin” kata Ify sambil menunjuk kea rah Alvin yang sedang berjalan kea rah mereka.
Via tersenyum.
“haloo Viaa, halo Ipy” sapa Alvin
“ih, nama gue –I F Y- pake ‘F’ bukan pake ‘P’ ngerti? Huh” sungut Ify sambil menjitak kepala Alvin
“huahahha sian deh Alvin..” tiba-tiba Rio menghampiri mereka.
“ihh Ipiii sakit tau, Ipii jahat yah sama Apinn..” rengek Alvin sambil memegang kepalanya yang tadi sukses di jitak Ify.
Via hanya tertawa.
“ih Via mah, Alvin kan sakit tuh di jitak sama Ipii, ko Via malah ketawa?huhu” rengek Alvin lagi pada Via…
“iya iya Apinn, Apin sih bandel huehehe” Via malah membela Ify.
“iya sih Apin bandel !” koor Rio yang berdiri tepat di samping Ify
“ih apasih Yo? Lo mah sirik aja deh..” balas Alvin sambil melirik Ify.
Ify ura-pura gak sadar.

Maksudnya apaan tuh si Apin? Hmmm!
Batin Ify

Rio mengeryitkan dahinya…
“eh Via, aku titip ponsel ku ya? Nih.” Ujar Alvin pada Via
Via mengambil ponsel Alvin, dan tersenyum.

“fudulin aja tuh Vi, haha” koor Ify sambil melirik Alvin puas
“ihh Ipii deh, !” kata Alvin
Via hanya menatap Alvin .
“ih Via,  sok aja fudulin ponsel aku, paling banyak sama foto orang cantik, silahkan aja.” Kata Alvin lagi
“ciyeeeh! Foto siapa noh Vin? Tanya Rio
“fotonya Sivia Azizah, kenal kaga lo? Gakenal kan? Sian deh Rio !” seru Alvin membanggakan diri
“nyeeh! Gue kenal ko, nih orangnya mirip sama cewe –cantek- yang ada di sebelah gue ini kan?” ucap Rio samb il sengaja merangkul pundak Via.
Alvin melotot, “ihhh Yo, jangan pegang-pegang lo!” lengos Alvin sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
“kenapa kan kata lo gue engga kenal Sivia, gue bilang cewe ini Cuma mirip doang..” kata Rio lagi sambil tertawa terbahak.
Ify hanyaa menggeleng kepala  dan tertawa.
Disaat itulah ide jahil Alvin muncul, Alvin membalas merangkul Ify, sambil berkata …..
“hahah eh lo kenal Alyssa Saufika ga? Orangnya –cantik- lho mirip dia!” seru Alvin sambil melirik Ify. Ify hanya diam.
Rio menatap Ify, kemudian…
“Vin Vin ! udah ah tuh , udahan gue, udah lepasin tuh orang” ucap Rio –kayaknya serius-
Alvin tertawa , “iyakan Fy? Nama kamu Alyssa Saufika?” seru Alvin makin menjadi-jadi .
“ALVIN!” ucap Rio-sarkatis-
Via bengong, lalu tersenyum!
“Apin Apin , ada yang cemburu tuh…haha” sahut Via sambil tertawa melihat Rio
Ify melihat Rio , ada perasaan aneh dalam dirinya, kenapa dia senang Rio bersifat seperti itu saat Alvin merangkulnya… (?)
“hahah iya ya?” kata Alvin

Tiba-tiba Rio menarik Alvin dari samping Ify dan memposisikan dirinya-Rio- berdiri di samping Ify! (yeay!)


Ify memutarkan bola matanya, Via tersenyum,Alvin juga! Rio ? masih sensi…… (!?)
“cemburu Yo? Haha/” sahut Via –penasaran-
“jawab aja –iya- hahaha” Alvin jahil
Rio hanya memandang Ify, Ify menunduk diam!
“iya gue cemburu! Lo udah tau kan gue suka sama Ify?wooo” Rio –mantap-
Ify terbelalak kaget mendengar ucapan Rio tersebut.
“ciyee, terus rencana mau nembak dia kapan masbro?” tanya Via sambil tertawa
Mereka semua tak memerdulikan apa yang akan di-respon- Ify .

Dag dig dug dag dig dug … mampus gue ,jantung mana jantung?  jantung gue masih ada kan yah (?) aduh Rio apa apaan sih nih…. Eh tapi tapi ko gue seneng ya pas Rio ngomong gitu . aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . Batin Ify

“iya sekarang gue mau nembak dia, kalian doain aja ya..” ucap Rio , yang membuat Ify kaget setengah mokat hohoho
“iihh , berani banget deh Riooooo” Ify membuka suara setelah iya bisa mengendalikan persaan nya yang tadi udah campur-aduk.
“siapa bilang Rio gak berani?” ucap Rio sambil menjulurkan lidahnya
“nyeeh- gak yakin gue ahahah” Ify meremehkan
“mau bukti? Tanya Rio lagi
“kalo berani buktiin di depan semua anak yang ada disini, tuh di tengah lapangan!” Ify asal.
“okee gue berani !”Rio –Yakin-
*GILA LO! GIMANA JADINYA INI ? coba saya yang ditembak RIO! WLEEE! HHAHAH *cari Gabriel!:PP*

Oh my god bisa malu gue….. batin Ify lagi

“ehh gausah-gausah.. jangan deh ya.. jangan ! gakperlu bukti ko gue…” sahut Ify sambil menarik tangan Rio yang hampir –berlalu-
Via dan Alvin berpandangan , lalu tersenyum.
“yaudah berarti sekarang lo jadi pacar gue ya?” ucap Rio santai
“heh gak segampang itu kali yo..” Ify kaget
“wooohahah catchy!” ucap Via
Alvin melirik Via.. “Apa?” tanya Via agak ketus
“Senyum lo gue suka!” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Alvin , membuat pipi Via memerah.
Ify yang mendengarnya hanya mengrnyitkan dahi.
Via senyum-senyum sambil memukul tangan Alvin “ih Via ko kamu pukul aku sih?” Alvin sambil memegang tangan nya
Via hanya tertawa , memutarkan bola matanya.
“huh.” Keluh Alvin lagi
“IPII , lo sekarang pacar gue ya?” seru Rio lagi
“wey!” Ujar Ify sambil menjitak kepala Rio
“huahaha sian deh Rio!” seru Alvin , puas banget kayaknya
“diem deh Vin …..” kata Rio sambil tetap memakukan pandangannya pada Ify
“Fy… lo denger gue kan?”kata Rio
Ify hanya membuang pandangan nya dari Rio
“Fy?” tanya Via heran yang melihat Ify diam seperti itu
Ify melirik Rio yang tampangnya melas, Ify tertawa tipis.
“jadi kalian tuh jadian apa engga sih?” seru Alvin tiba-tiba
“jadiaaan!” kata Rio cepat sambil menarik tangan Ify. Ify pasrah. Lagian Ify juga suka ko sama Rio, jadi apa yang harus ditolak(?) tapi gapapa deh kalo Ify nya nolak, biar Rio sama gue aja ! #EH *digaplok RISE hahaha peace* penulis gilaaa:P hahaha *kabur ke pelukan Gabriel:P
Alvin dan Via hanya berpandangan heran dengan kepergian mereka.

***

Aku hanya ingin kau tahu,
Ku tak akan menyerah…
Meski harus hancur dan terluka..
Ku tetap mencintaimu…


Tak ingin membuatmu ‘sakit’…
Sudah hampir 3 bulan mereka berpacaran, ini semua asik, damai damai saja mereka berdua sampe sekarang… tapi –debo- ?
Rio memerhhatikan seseorang dengan mata menerawang.. yup ‘Ify’
Ify sedang duduk ngobrol bersama Debo di kantin sekolah. Teman teman di sekolah Rio dan Ify memang tidak semua yang mengetahui bahwa Rio dan Ify telah pacaran , hanya orang-orang terdekat saja yang tahu soal hal ini , dan Debo tidak mengetahuinya.

Ponsel Ify bergetar,menandakan ada sms masuk..
FROM: MyRio Stevano
Ciye yang lagi asik sama Debo!

Ify mengernyitkan dahi membacanya. Mata Ify langsung menyapu sekeliling kantin,
“Rio ada disini…” kata nya pelan
“kenapa Fy? Tanya Debo yang menyadari kebingungan Ify
“oh gapapa ko ka, selow! Eh udah selesai kan? Aku mau ke kelas..” kata Ify akhirnya
“okay, eh kita bisa pulang bareng hari ini?” seru Debo
“sorry ka, aku udah ada janji” ucap Ify sambil berlalu dari hadapan debo
Debo hanya mengangguk kecewa.


***

Why do you do this to me?
Why do you do this so easily?
You make it hard to smile,
Because you make it hard to breathe…
Why do you do this to me?

Ify berjalan ke kelas nya, dia bertemu Rio dan Alvin pastinya ada Via.
Rio menatap Ify lalu membuang tatapan nya itu.
“Rio?” Ify memanggilnya menerawang
“Vi dari mana lo?” tanya Via
“dari kantin Vi” Ify menjawabnya singkat
Alvin tersenyum tipis pada Ify.
“kalian kenapa pada diem-dieman gini sih? Gak seru ah..” ujar Ify..
Alvin dan Via tersenyum , “ga ada apa apa ko Fy, tenang aja kali” seru Alvin
“Yo?” tanya Ify lagi sambil memerhatikan Rio “soal tadi? Maaf, jangan cemburu, aku Cuma ngobrol-ngobro doang ko sama ka Debo, beneran deh” lanjut Ify sambil menunduk.
“kayaknya gue sama Via duluan aja ya, bye” ucap Alvin sambil menarik tangan Via
Ify memerhatikan kepergian dua sahabtnya itu, namun fikiran nya tetap terfokus pada satu titik, Rio!
Rio berniat melangkahkan kakinya meninggalkan Ify , namun tangan nya ditarik oleh Ify.
“Yo, maaf?” mohon Ify
Rio melepaskan peganggan tangan Ify,
“Fy, aku gak marah. Udah lepasin tangan aku, aku ke kelas duluan ya.” Sambil tersenyum tipis dan berlalu dari hadapan Ify
Ify melihat punggung Rio yang makin lama makin tak terlihat , makin menghilang dari pandangan Ify. Ify hanya bisa terdiam.Dia tau dia salah , dia tau kalo Rio itu cemburuan. Tapi mencoba meminta maaf, gak salah kan?
Ify mulai berjalan, tiba tiba saja perut nya sakit dan Ify pusing, Ify sadar kebiasaannya untuk tidak sarapan pagi akan menyebabkan dia seperti ini. Tangan Ify dingin , kepalanya mulai berat, pengelihataanya samar, kemudian gelap! Ify pingsan.


***

I’m not the only one for you, but you’re the only one for me.

[tetap] tak ingin membuatmu ‘sakit’…
Rio tau, Debo suka banget sama Ify dari dulu! Rio juga tau pasti Debo bakalan nembak Ify, gak lama lagi! Rio tau semuanya! Tapi Rio gamungkin ngebiarinin semuanya berjalan gitu aja!

Jam pulang sekolah…
Ify membuka matanya perlahan sambil memegang kepalanya..
“Fy?”tanya seseorang tak lain adalah Via.
“Via, kenapa gue? Ko gue di UKS begini sih?” Ify masih bingung.
“lha? Tadi kan lo pingsan fy, untung aja ada salah satu temen yang ngasih tau gue kalo lo pngsan, jadi gue langsung panggil petugas PMR aja. Hehe” ucap Via
“oh iya Vi, makasih ya” ujar Ify sambil mencoba duduk “tadi gue lupa sarapan Vi hehe” lanjut Ify pada Via
“ah elo mah kebiasaan haha” seru Via “eh ini tas lo, gue mau cari Alvin dulu ya bentar Fy..” lanjut Via yang langsung meninggalkan Ify.
Ify hanya tersenyum
Tak lama pintu ruang UKS terbuka, yup Rio yang membukanya, Ify menoleh agak bingung
“Rio? Ko belum pulang? Kenapa?” tanya Ify, Ify tau ko kalo Rio masih marah dengannya.
Rio memerhatikan Ify yang pucat, membuat Ify menunduk.
“kamu kenapa bisa kaya gini?” tanya Rio dingin
“eh heh, aku gapapa ko, Cuma kayaknya tadi aku gak sarapan, jadi kayak gini”ucap Ify setengah terbata
“lain kali jangan diulang! Sempetin sarapan tiap pagi!”kata Rio sambil mengambil botol air mineral disebuah meja dan menegukkannya ke Ify.
“makasi Yo” Ify singkat!
Rio masih dengan tatapannya yang dingin itu,
Seseorang membuka pintu –Alvin dan Via-
“hey, kita pulang duluan ya guys? Ify gimana udah baikan ?” ucap Alvin
Ify tersenyum, “baik ko ka hehe, lagian aku ga papa” ujarn Ify
“gapapa gimana orang tadi lo pucet gitu Fy?” Via nyerocos
“Viaaaa, udah ah!” lengos Ify
“yauda kita duluan ya, bye Yo, bye Fy.. cepet sembuh !” kata Alvin , Via hanya  tersenyum
Rio hanya mengangkat kedua jempolnya.
Ify mencoba berdiri dari duduknya, dan mengambil tasnya. Muka Ify masih pucat , badannya dingin,tatapan matanya sayuu. Ify memerhatikan Rio yang masih berdiri di tempatnya
“Yo?kamu kenapa gak pulang aja?” tanya Ify
“terus kalo aku pulang , kamu pulang sama siapa? Sndiri gitu? Kamu kan lagi sakit! Atau kamu mau dijemput seseorang?” kata Rio masih dengan muka yang ‘dingin’nya itu
“heh.. bukan gitu ko, ya mungkin aja kan kamu mau pulang duluan,aku nanti pulang sendiri, lagian kamu kan lagi marah sama aku. Maaf ya Yo?” jawab Ify dengan tatapan teduhnya.
Rio menghela nafas dalam.. “yaudahlah! Ayo cepet pulang!” sahut Rio sambil menarik tangan Ify


***

Mohon tinggal sejenak lupakan lah waktu..
Temani air mataku, teteskan lara.
Merajut asa, menjalin mimpi endapkan sepi-sepi..

aku sayang kamu – mungkin 3 kata itu belum mampu untk mengungkapkan apa yg aku rasain buat kamu. Cinta itu , terlalu bessar , terlalu sulit buat, buat dilukisiin ,tapi cinta ini bakal selalu nemenin kamu dimanapun kmu brada dan cinta ini juga bkal slalu ngebantu kamu buat ngehadepin segala rintangan yang ada.


[tidak] Dapat membuatmu yakin….

Rio mendampingi Ify kedalam rumah, Ify masih pucat membuat Rio khawatir.
“mamah kamu mana ?”ttanya Rio saat sudah mendudukkan Ify di atas bangku ruang tamu.
“tadi Mamah lagi keluar bentar , tapi bentar juga pulang.” Jawab Ify “kamu mau minum apa?” lanjut Ify lagi
“udah gausah, kamu lagi sakit!” ujar Rio
“gapapa ko, aku masih bisa” ucap Ify sambil beranjak dari tempat duduk nya.
Rio hany geleng-geleng melihat tingkah laku Ify.
Tiba-Tiba ponsel Ify yang berada di atas meja bergetar, menandakan ada 1 ppesan masuk.
Rio mengambbilnya dan membaca isinya..
FROM : Ka Debo
Siang Fy, nanti malem aku kerumah kamu ya. See you dear:*
Rio menghela nafas dalam setelah membaca pesan tersebut.
Ify datng dengan membawa segelas minuman dan diberikan kepada Rio.
“makasi Fy” seru Rio dan meminunmnya
Ify duduk disamping Rio,
“tadi ada sms.” Rio singkat
“oh siapa Yo?”tanya Ify.
“Debo!” jawaban dari Rio yang singkat membuat Ify mengernyitkan dahinya
“dia bilang apa?” Ify penasaran
Rio menyerahkan ponsel Ify , dan Ify membacanya.
Ify memutarkan bola matanya.. “ apaan sih ka Debo!” gerutu Ify
“jadi nanti malem kalian mau nge-date gitu?hm, bukannya kamu lagi sakit!” Ucap Riio cepat!
“heh.. enggalah Yo, aku juga gak tau Debo mau ngapain! Beneran deh. Kamu jangan percaya sama yang dia bilang, aku ga bakaln nge-date sama dia Yo” Ify menjawab cepat, Ify takut Rio berfikir macem-macem tentang ini!
Kemudian Rio berdiri dan mengambil tas nya, “yaudahla Fy.”
“Yo., please dengerin aku dulu..”
“apa lagi Fy?” tanya Rio. “yaudahla, kalo kamu mau jalan sama dia GAK APA APA” ucap Rio sambil menekankan kata ‘gapapa’ itu! Rio menaikki motornya..
“Rio, please dengerin aku.. kamu gakbisa kaya gini sama aku!” Ify menarik tangan Rio sambil memohon.
“Ify, aku gak marah, udah ya.. aku mau pulang” kata Rio lalu mencium kening Ify.
Rio menyalakn mesin motor nya dan berlalu dari rumah Ify.
“Rio” ucap Ify lirih…

***

Seandainya kau ada disini denganku..
Mungkinku tak sendiri.
Bayanganmu yang selalu menemaniku,
Hiasi malam sepiku...

Gue  yang hanya bisa diam , sendiri, memperthankan semua ini. Gue  tau mungkin gue salah mengambil keputusan ini,gue sakit untuk ini. Maafin gue, gue harus bertindak seperti ini, maafin gue Fy! lo yang selalu membuat gue gak yakin , membuat gue berfikir untuk membuang jauh-jauh perasaan yang tertanam dalam hati ini, tertanam di impuls saraf gue, tak dapat terlupa , tak dapat tertutupi,semakin melembaga pada saraf sensorik gue ini! Tapi gue gak bisa Fy, ini kata hati gue! Gue sayang sama lo ! dan gue cemburu sama semua yang bikin hati gue gak tenang sama lo! Batin Rio

Ponsel Rio bergetar, Rio mengambil ponsel nya yang terletak di sebuah meja yang terdapt di pinggir tempat tidurnya itu!
Satu pesaan masuk,Rio segera membukanya!

FROM: my Alyssa
Yo maafin aku ya? Maaf banget. Maaf seharian ini aku udah buat kamu kesel.
Aku mohon kamu percaya, aku gak ada apa apa ko sama Debo!
Maaf yo? Yaya?

Rio menghela nafas panjang seusai membaca pesan singkat tersebut.
Rio berfikir untuk tak membalasnya, dan Rio mulai memejamkan mata, Rio tertidur.
^^^
Ify mendudukan badannya di sofa ruang tamu, sambil terus memeriksa ponselnya, Ify berfikir Rio akan membalas pesan daarinya tadi! Tapi ternyata –tidak!
Jam menunjukan pukul 16.38..
“mamah kemana sih? Jam segini belum pulang… sepi rumah!” keluh Ify , Ify memang anak tunggal! Papa Ify bekerja di luar kota, tepatnya daerah Bandung, jadi Ify dan mamahnya tinggal berdua di Jakarta . Papa Ify pulang setiap sebulan sekali.
Tiba-tiba ponsel Ify bergetar, pesan masuk itu Ify kira dari Rio, tapi ternyata dari mama..
Mama gakbisa pulang cepet, huh… batin Ify
Mamah Ify gak bisa cepat pulang hari ini, dikarenakan –rencananya tante ify mau pindah ke daerah Bandung jadi harus bantu-bantu gitu..


***
Seharusnya dunia ini begitu indah…
Seharusnya dunia ini penuh bermakna…
Takkan gundah jiwa ku bila ku bersamamu…
Takkan perih batin ku ini bila kaupun milikku…
Seharusnya dunia ini…

Ketika semuanya luluh dalam  segala ke –tidak- benaran yang ada!


Ctek … ctek… ctek…
Ify memainkan lampu yang ada di atas meja belajarnya hingga beberapa kali lampu itu pun –hidup-mati-hidu-mati- (kurang lebih seperti itulah._.v) ngerti gak ?:P
Baru saja ia menyelesaikan rakaat nya, adzan magrib tadi sempat menghentikan –aktivitas- ify , dan mendorongnya untuk segera mengambil air wudhu lalu segera sholat , memanjatkan doa kepada-Nya, pencipta alam yang maha raya ini dan seluruh isinya.
Ify menghela nafas panjang, lalu menenggelamkan wajahnya ke tangan.  (ngerti kan??:P)
Ponselnya berbunyi, pesan dari mamah..
TO : Ify
Fy, kamu hati-hati ya di rumah, jangan lupa makan malem maaf mama gabisa nemenin  kamu.

Pesan singkat itu membuat Ify melirik jam di sebelah meja tersebut..
18.27
Ify membalas pesan Mamah nya itu. segera ..


***

Ify meneguk air minum di gelas crystal tersebut,
“Alhamdulillah kenyang..” serunya
Ify mengecek ponselnya. Sepi, Rio kemana ya? Lagi apa dia? Huh…batin Ify
Ify mencoba menelepon Rio…. Tak ada jawaban dari Rio!
Ify mencoba menelepon kembali…. Tapi hasilnya sama saja!
“kenapa sih Rio.. apa masih marah sama aku..” gerutu Ify
Lalu ia mengetik pesan singkat  yang ditujukan kepada Rio.
TO: myRio Stevano
Nite Rio, jangan lupa dinner ya, maafin aku..
*sent*

***

Cerita yang kita punya,
Takkan ada jika tak percaya…


Ify melihat Rio sedang duduk bersama Alvin di sebelah utara kantin ssekolah,
“kenapa Fy?  masalah sama Rio belum beres?” tanya Via tiba-tiba menghilangkan kefokusan nya.
“eh.. iya Vi, lo tau kan Rio kaya gimana?” jawab Ify menyandarkn tubuh nya di bangku kantin, Via terlihat geleng-geleng.
“yaa Ify… coba kesana yuu” ajak Via yang langsung menarik tangan Ify

Rio terlihat cuek, melihat Ify dan Via datang.
“haloo Vi” kata Alvin seraya mempersilahkan Via duduk disebelahnya.
“makasih apinn” seru Via sambil menunjukan senyum manisnya, Alvin hanya membalas senyuman itu.
Ify duduk disebelah Rio, mencoba menatap Rio yang selalu membuang pandangannya terhadap Ify!
“Yo? Kamu masih marah?” tanya Ify
“eh lo pada mau kemana?” tiba-tiba Rio mengalihkan pmbicaraan , melihat Via dan Alvin berdiri dari tempat duduknya.
“pesen makan bentar!” seru Alvin samba menarik tangan Via
Ify hanya diam. “Yo?” tanya nya lagi
“hm, apa Fy?” akhirnya Rio mau juga buka suara
“Maafin aku ya?” kata Ify dengan wajah menunduk.
Rio memperhatikan Ify, lalu berkata “udahlah ,” singkat sih..
“Yo….” Lirih Ify
Rio hanya berdiri dan meninggalkan Ify yang masih terpaku di tempatnya.

Ihhh Sian banget IFY nya._. huhuh :P maaf yaaa kalo tambah gajee:P hehehhe



SKIP>>>>>>>>>>

Aku takkan pernah berpaling darimu..
Walau kini kau jauh dariku,
Selalu kunanti..
Karna ku sayang kamu..

Tapi dia berubah, tak sperti dulu! Aku takut semua rasa dia ke aku akan hilang. Takut banget! Dia yang dulu selalu perhatian ke aku udah ga ada! Rio yang selalu ada disaat aku butuh itu udah ga ada ! teriak Ify dalam hati!

Disebuah rumah ..
“eh Yo, jangan kelewatan lo! Kasian tuh Ify!” ujar Alvin
“iya Vin, gue kan Cuma ngetest dia aja! Dia masih yakin atau ga sama gue! Udah itu aja!” jawab Rio
“terus kapan lo mau nyelesain semuanya?”Alvin terus memerhatikan Rio
“sampe gue bener-bener yakin kalo hati Ify tuh masih buat gue seorang!” jawab Rio mantap!”
“tapi kalo ada apa-apa sama Ify awas Lo! Bogem-an gue juga bisa nyampe nih ke Lo! Ify tuh udah gue anggep kaya adek gue sendiri Yo! Selain itu juga Ify tuh sahabatnya Via tau! ” Alvin berkata sambil mengacung-acungkan kepalan tangannya
“hahah kampret Lo iye Selow! Gue juga gakbakalan gitulah…” Rio berkata sambil memainkan gitarnya.
Alvin hanya mengangguk seraya memakai earphone yang sedaritadi di pegangnya.

***

“Haah!? Nenek Lo Kiper Fy? Masa lo mau pindah sih?Bandung? ih IFY jangan pindah!”seru Via
“eh Taplak gue bukan pindah! Gue Cuma mau liburn disana, refreshing lah.. paling seminggu,lo mau ikut? Ayoo ajaa” jawab Ify
“wah bner nih gue boleh ikut?”
“bolehlah, tapi ini kalo jadi ya.. gue masih  bingung hhe”
“iyadeh siip!”
“eh Vi, Rioo” rengek Ify
“yaelah.. masa dia sape segitunya sih sama lo Fy?”
“gatau Via. mungkin gak yah kalo dia udah gak sayang lagi sama gue!”


AUTHOR V.O.P
Aduhh, IFY nya kasian, putus asa ya? -_- gue bikin terlalu gaje kali yah?! Maaf deh ya readers?
Namanya juga amatiran.. sorry ya? :P dimohon untuk maklum! Heheh SUDAH ABAIKAN!:P
AYO LANJUT!!! :P:D
 “Gabriel mana Gabriel? #eaaaa”

SKIPPPPPPLAH>>>>>>>>

***
Everytime I try to fly..
I fall without my wings..
I felt so small I guess I need you Baby..

Hari-hari kini hanya teriringi sunyi, terkadang membuat air mataku meleleh. Ketika membayangkan saat –indah- dulu yang benar-benar terbukti- cahayanya! Tapi sekarang ini serasa semua mulai redup, tak ada –cahaya- seperti dulu lagi…

Ify terlihat termenung. Angin yang berhembus masuk melalui jendela yang terbuka di kamarnya membuat semuanya luruh. Mata Ify menerawang, kemudian melirik ponselnya, sepi tak membuat Ify berfikir untuk mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik.
Ify menghela nafas berat dalam diamnya.
Hening. Malam ini sangat sunyi. Perasaan gelisah ini terus memeluknya erat di malam ini. Menjadi satu-satunya teman dengan semilir angin. Senyawa tak terlihat! Katakanlah begitu. Tapi masih bisa terasakan dalam hening ini.



RIOOOOOO! Kenapa sih lo? Gapernah mau dengerin penjelasan gue! Gue tau mungkin gue salah, tapi apa lo tetep percaya sama semua yang belum tentu kebenarannya ini!? Gue bingung Yo.. bingung! Kenapa harus ada masalah kayak gini!?  Ify bertanya dalam hati.
Air mata Ify meleleh, ia merasa semua ini tidak seperti yang ia harapkan, sama sekali tidak seperti yang ia inginkan!
Tiba-tiba…….
TING….TONG>>>>> [suara bel ceritanyaa, ngerti gak?.__. ]

Ify melangkahkan kakinya ke arah pintu depan rumah nya…

CLEKKK>>>>
Pintu dibuka oleh sang pemilik rumah…
Ify terdiam…
“hai Fy..” sapa seseorang yang bertamu sore ini…”
“ka Debo?” yup! Debo !o.ow……
“kenapa ? ko lo liat nya kaya yang liat hantu gitu? Gausah bengong begitu Fy..” sahut Debo
“eh .. iya ka, gapapa ko! Ada apa ka?”
“temenin gue yuk? Jalan-jalan aja. Ya?”
“hmm,” Ify terlihat memikir, dan………
“yaudah deh ayo. Jangan lama yaa..” jawaban Ify, lagian dirumah pun dia sendiri, dia butuh juga main ! Rio gak ada, saat dia kaya gini… (RIOOO< KEMANA SIH?! ITU IFY NYA MAU MAIN SAMA DEBO! MASA LO BIARIN SIH!!! AHHH , GILA LO YO…. *penulisgilaaa! #ABAIKAN*

Ify hanya mengambil cardigan biru nya dan memakai Flat Shoes dengan warna senada dengan cardigannya, lalu kembali menemui Debo yang sudah menunggu.
“ayo Fy, ntar kebuuru malem ..” sahut Debo
“iya ka, memang kita mau main kemana?”
“ada deh tempatnya keren ko”
“Okelah”
Akhirnya mereka pergi menuju suatu tujuan..
Sesampai ditempat tujuan.
“Fy, coba deh loe naik keatas sini” Perintah Debo yang sudah naik diatas suatu batu yang lumayan besar.
Ify menurut
“Coba lo liat keatas,liat salah satu rasi disana, yang bisa dibilang lumayan besar diantara yang lainnya. Pasti lo tau!” Perintah Debo.
Ify melihat keatas ke langit malam, matanya menerawang. Lalu Ify kembali mengangkat wajahnya keatas.
“Wah, keren banget Kak bintangnya, aku tau pasti Rasi ORION kan  kak?” Tanya Ify.
“Yap, lo bener Fy” Kata Debo sambil melihat kearah Rasi tersebut.
“Pinter loe milih tempatnya,keliatan jelas banget nih Rasi! Gue suka banget!” Kata Ify.
“Hehe, gue gituloh, Gue anggep sebagai harta karun nih” Kata Debo
“Ada-ada aja lo kak” Ify memukul kecil tangan Debo.
“lha? Serius lho.. hahaha eh Fy denger berita ga? April kemarin kan kelompok Meteor Lyrid baru aja mampir lewat ke Bumi!” kata-kata Debo ini telah berhasil membuat Ify sumringah!Ify memang seneng banget sama pengetahuan Alam Raya, apalagi kalo udah ber-tema ‘ASTRONOMI’ . ( hahaha itu penulis aja yang gila sama hal ASTRONOMI ! uups! Keceplosan hhe, maaf readers! Lope lope deh buat kaliaaan hhheeehe#ABAIKAN)
“seriusan ka? yah Ify baru tau!”
“serius! Malah katanya meteor nya lama lho mampir ke Bumi sampai tanggal 28 April kemarin baru selesai, udah gitu setiap menitnya bisa sampe 4 meteor yang lewat Keren kan?”  [ini info nya seriusan lho! :D liat aja di GOOGLE, soalnya akupun baru tau, pas kemaren liat-liat info di GOOGLE hehehe! Ketelatan!:p]
“banget kali ka ! pasti keren banget!”
“iyalah. Hehe” Debo hanya tertawa sambil menatap Ify

“ By the way, lo kenapa ngajak gue kesini?” Tanya Ify.
Debo tidak menjawab, tapi langsung memegang kedua tangan Ify sambil menatap mata Ify.
Ify kaget, namun tidak berusaha melepaskannya.
“Fy, ini untuk pertama kalinya mungkin gue ngungkapin perasaan gue ke elo .. Gue sayang sama lo Fy. Lebih dari seorang kakak yang lo pinta dulu. Gue gak bisa tahan perasaan gue Fy. Would you be my girl, Princess?” Kata Debo
Ify menunduk.
“Fy, jawab” Kata Debo.
“Maaf kak, perasaan Ify gak berubah, tetap kayak dulu, Cuma anggep kakak sebagai kakak Ify, gak lebih. Maaf Kak. Kakak bisa dapetin yang lebih baik dari Ify, sekali lagi maaf” Kata Ify yang mulai memberanikan diri menatap mata Debo.
“Apa lo gak bisa kasih kita waktu buat jalanin ini semua?” Tanya Debo.
“Maaf Kak, Ify gak suka dipaksa. Dan Ify gak suka ngasih orang harapan yang begitu besar tetapi hasilnya nihil. Ify Cuma anggep kakak sebagai seorang kakak gak lebih,” Kata Ify tegas. “Maaf kak Ify gak maksud........” Kata Ify lembut tapi terputus karena telunjuk Debo telah ada dimulutnya,
“Kakak ngerti, dan gak akan maksa kamu, maaf kalau udah maksa kamu, kita tetep temen ya?” Kata Debo sambil memberikan kelingkingnya.
“Always” Kata Ify sambil menautkan kelingkingnya.
“Balik yuk Fy” Ajak Debo
“Ehmm, kakak duluan aja, Ify masih pengen disini” Kata Ify menolak
“Yaudah, kakak temenin” Tawar Debo
“Jangan kak, kita butuh waktu untuk sendiri dulu” Kata Ify
“Good Idea, gue balik yaa, loe tau jalankan?” Goda Debo
“Yee, malah ngeledek”
“Gue kesana dulu yaa? Byee” Kata Debo berlalu sambil menyentil pelan hidung Ify.
Ify hanya mengangguk dan kembali termenung untuk melepas penat.

Tiba-tiba Ponsel Ify berdering, vibrate nya mengagetkan Ify …
“MyRio Stevano’s calling….
Begitu yang tertera di screen ponsel Ify..
Raut wajah Ify langsung sumringah, ia cepat-cepat merespon panggilan tersebut.
“halo..
“Fy, kamu dimana?
“hm, aku… di.. emm.. emang keanpa Yo?
Ify ragu untuk memberitahukan keadaan dia sekarang,
“kamu dimana? Aku mau jemput kamu! Gausah alesan dan jangan bohong!
“heh, Rio..
Ify menggigit ujung bibirnya, ia masih ragu… tapi…
“iya Yo, aku di dekat taman yang deket komplek, sebelah utaranya lapangan basket Yo..
Tak ada jawaban dari Rio, sambungan panggilan itupun terputus! Ify menghela nafas dalam sambil memejamkan matanya.
Kenapa sama Rio? Apa dia tau aku pergi sama Debo? Batin Ify bertanya-tanya.


 *FLASHBACK ON*


Rio memasuki komplek yang mungkin tergolong cukup mewah itu.. melewati blok per blok di setiap jalan yang ia lewati , cagiva putihnya berjalan santai..
Seketika motor Rio terhenti ketika melihat dua orang remaja yang menaiki motor keluar dari rumah bernuansa tenang itu, Ify-Debo! Mata Rio sempat terbelalak kaget! Dia menatap dua orang itu dengan tatapan tajam dengan sesekali menerawang.
Rio memukul stang motor nya , cukup keras! Menyebabakan tangannya sakit dan agak membiru, namun Rio menahan rasa sakit itu dan tidak memperdulikan warna kebiruan yang mulai menapak jelas di tangannya itu.

Mau kemana Ify?? Arggggghhhh!!! Batin Rio mengebu-ngebu!

Rio mencoba sabar, menutupi kekesalan nya itu. kekesalan yang mungkin bisa saja meledak saat ia tidak bisa mengontrolnya dan saat dia hilang kendali!

Motor cagiva putih yang dipakai Rio , sudah terparkir di depan gerbang rumah Ify saat ini, tatapan hampa yang hanya dibuatnya kali ini! Tak sampai setengah jam , Rio memutuskan untuk menelepon Ify………..


*FLASHBACK OFF*



Kesunyian malam ini menemani Ify yang tenggelam dalam fikirannya.

Sungguh hening! Hanya terdengar deru kendaraan yang lalu lalang di jalan dengan desiran angin yang hampir tak terdengar. Bangku kayu yang ia duduki ini menjadi saksi getaran-getaran tubuh Ify yang gelisah saat ini. Ify menghela nafas lalu menengadah ke langit malam.

Perpaduan awan biru kelam dan bintik-bintik terang yang ia lihat. Venus pun tetap setia pada tempatnya yang selalu menemani Bulan saat malam. Pendaran Cakrawala serta sedikit tebaran Nebula, membuat sang langit begitu mempesona malam ini. Beribu-ribu Bintang bertaburan di langit, menjadikan tatanan Rasi-Rasi yang begitu indah. Sangat indah.

Deretan tiga Bintang serta beberapa Bintang penghubung yang menjadikan Rasi ORION yang ia cari saat ini.Rasi Favorite Ify.  Rasi yang cukup besar. Bintang Bellatrix atau salah satu Bintang dari penghubung Rasi tersebut, dan Bintang-Bintang lainnya masih setia memancarkan sinarnya setiap malam. Memperhias Alam yang maha raya ini! Mungkin hingga periode massa cahaya mereka habis. Tapi Nebula pun tak lelah-lelahnya melahirkan Bintang demi Bintang yang akan menggantikan semua Bintang yang sudah Mati! Keluarnya Bintang Baru. Ify tersenyum melihat Bintang-Bintang tersebut! Suasana nyaman yang ia dapatkan!
“ mungkin aku merasa lebih tenang!” desahan Ify…..


*** 
Seakan mata ku tertutup,
Ingin cinta ini dapat kau sambut…
Andai perasaan ini kau tahu…



Deruan suara motor membumbung tinggi! Kecepatan motor itu bisa dikatakan -120 km/jam-
Suara decitan rem motor itu terdengar jelas! Memekakan telinga,
Rio memarkirkan motornya dengan kasar, ia menyimpan helm fullface nya di atas cagiva putihnya!
Lalu menghampiri seorang gadis yang dari tadi sudah ia targetkan untuk menerima pertanyaan-pertanyaan yang sedaritadi sudah memenuhi isi kepalanya!

Ify yang sudah berdiri melihat kedatangan MyRio, suara decitan rem motornya tadi telah berhasil membuat Ify gugup. Kaget. 
“Rio…” lirih Ify
Tak ada jawaban dari Rio, Rio hanya membalasnya dengann tatapan menerawang!
Ify menunduk,
“Yo…” Ify menatap wajah Rio lebih teliti
Namun Rio masih saja dengan tatapan semulanya, tatapan yang menerawang!
Ify memegang tangan Rio, Rio tidak berniat untuk menyingkirkan tangan Ify, dia membiarkan tangan Ify menggengamnya!
Rio menghela nafas dalam,
“Fy,lo ngapain sama DIA?!” Rio membuka suaranya, tanganya mulai bergerak untuk melepaskan tangan nya dari genggaman Ify! Tatapan Rio hampa , menerawang , lurus kedepan!
Ify menunduk, tak berkata. Mulutnya seakan terkunci , takbisa membuka suara.
Ya Allah.. apa lagi ini…. Batin Ify
Ify mencoba menatap Rio,
“Yo, dengerin aku dulu. Aku tau ko, aku salah. Maaf Yo? Aku bisa jelasin semuanya ko.” Suara Ify bergetar, mulutnya yang kaku mencoba membuka suara dengan rada serak. Matanya mulai memanas, merah! Hatinya bergetar melihat tatapan Rio yang seperti ini! Keresahan mulai melembaga dalam jiwa Ify, rasa kesal, sedih, egois, marah berkumpul menjadi satu dalam diri Ify!
Rio memandang Ify dengan tatapan dingin, sebenarnya dia pun gak tega lihat Ify udah kaya orang yang putus asa begitu. Tapi ego Rio yang membuat semua ini semakin menjadi! Ify masih saja menunduk.
Rio menarik tangan Ify, menuntunnya ke cagiva putihnya.
“nih pake!” sahut Rio sembari memberikan satu helm nya pada Ify. Ify mengambilnya, perasaan Ify masih sama seperti tadi, tatapannya yang kadang kosong, helaan nafas Ify menandakan sekali bahwa saat ini dia sangat lelah. Tubuhnya sudah mulai lemas, pandangan matanya pun mulai sayu.
“ayo naik! Jangan bengong gitu! udah malem Fy!” Rio berkata kembali.

SKIP>>>>>>>>>>>>>>>

Setelah malam itu, sikap Rio masih sama seperti hari-hari sebelumnya! Mungkin Rio masih butuh waktu untuk mencerna dan memikirkan semua yang terjadi pada dirinya dan Ify. Semuanya terasa hambar jika tetap berjalan seperti ini! Tetapi ego Rio cukup kuat! Atau mungkin semua ini pun terjadi karena Rio terlalu sayang sama Ify! Yup! Mungkin seperti itu!

^^^

Di sebuah rumah…. *rumah siapa coba?:P HAHAABAIKAN:P*

“Kamu harus ikut Papah ! Titik! Dan lusa kita sudah berangkat! Packing semua barang-barang keperluan kamu!” Lelaki setengah baya itu kelihatan sedang marah! Dia berbicara dengan nada agak membentak!
“Tapi Pah? Debo gamau! Disini dan Rumah ini satu-satunya tempat dimana Debo mengenang semuanya! Kenangan Mamah! Debo gakmau pindah dari rumah ini! Debo gak mau semua ini tertinggal gitu aja Pah! Debo gak mau ikut Papah!”
“Papah bukan ngelarang kamu buat ninggalin dan ngelupain semuanya! Papah hanya pengen kamu cari suasana baru! Jangan terbawa sama masa lalu terus! Dan Papah juga pindah Karena pekerjaan Papah ini! Bukan yang lain! Toh , kamu juga masi bisa main ke rumah ini! Rumah ini tidak akan Papah jual! Mengerti kamu!”
“aaaaarrrrrrghhhhhhh! Papah emang gakbisa ngertiin Debo!” teriak Debo sambil berlari menuju kamarnya!
“DEBOO!!!”

AUTHOR V.O.P
Mamah Debo meninggal 2 tahun yang lalu! Semua ini tak dikira Debo! Kenapa hal seperti ini harus terjadi pada dirinya!? Kehilangan Mamah! Satu-satu nya orang yang selalu ada untuk Debo disaat Papah nya bekerja. Debo sangat terpukul, kehilangan Mamahnya!

***

Kau alasan ku bernyanyi..
Alasan ku nikmati, indahnya hari yang hadir dalam hidupku..

At School..

Ify agak berlari memasuki sekolah tercintanya itu. Saat ini jam masih menunjukaan pukul setengah tujuh lewat lima menit! Bel pastinya belum berbunyi!
Tapi Ify, dia buru-buru karena dia lupa mengerjakan PR Fisikanya!
Ify menyusuri koridor sekolah, melewati kelas demi kelas dan koridor demi koridor! Tiang tiang penyangga sekolah yang berdiri kokoh inipun ikut menyambut Ify.
Tiba-tiba….

BRUUKKK!!!

Ify terjatuh!
Seseorang yang ditabraknya juga sepertinya ikut terjatuh.
Ify mencoba beridiri dan meminta maaf pada orang yang ditabraknya itu…
Dan….
“maaf, maaf.. gue…..”  omongan Ify terpotong .
“LO GAKPUNYA MATA APA!?” bentakkan keras dari mulut seseorang yang ditabraknya tadi sukses membuat Ify jantungan! *nah lho?._.*
Ify memerhatikan wajah orang tadi! Ternyata Debo!
“Kak..”
“KALO JALAN PAKE MATA DONG!!!” Debo yang saat ini sedang tak bisa mengontrol emosinya!
Ify menunduk! Mata nya mulai memanas, air mata Ify sudah mulai jatuh dari sudut mata nya! Ify takbisa menahan bendungannya!

*Debo bodoh banget ya?! TAU IFY KAN DIA GAK SUKA DIBENTAK! Hadeuhh-____-*

Lalu….
“LO BIASA DONG! KENAPA SIH LO!?”seseorang membentak sambil mendorong Debo! bentakan yang tak kalah keras dari bentakan Debo pun menyerang Debo yang sedaritadi masih sibuk mengontrol emosinya. *siapa coba? Itu pacar gue donngg ! #EH!
Debo terdorong ke belakang!
“Shit” geram Debo
Lelaki itu menatap Ify, dia gak tega juga liat Ify digituin sama Debo!
“Rio..” lirih Ify
Yup, itu dia! Rio sang superhero! wohahaha :P
Debo yang mulai bisa mengontrol emosinya, langsung menatap Ify.
“Ify.. maafin gue? Gue gak maksud..”
“gausah deketin Ify lagi!” Sahut Rio yang langsung menarik tangan Ify.
Debo hanya terbengong melihat Rio dan Ify berlalu dari hadapannya.
Dia sangat menyesali perbuatannya! Dia masih kesal dengan pertengkarannya dengan Papahnya semalam!
“maafin gue , fy..” lirih Debo, yang masih terdiam di tempatnya.

SKIP>>>>>>>>>>

Andaikan dia tahu,
Apa yang kurasa…
Resah tak menentu, mendamba cintamu…
Andaikan dia rasa,
Hati yang mencinta…
Kuyakini kau Belahan Jiwa…

“Makasih Yo.” Kata Ify sambil menghapus air matanya yang masih membasahi sudut matanya.
“iya, aku gakmau liat kamu sama DEBO!” sahut Rio menekannkan nama ‘DEBO’ itu dan lalu pergi meninggalkan Ify. Ify hanya menghela nafas.
“Arrrrggggghhhhh!”Ify. setengah berteriak!

***

TETTT…. TETTTT… TEETTTT (bunyi bel sekolah ceritanyaaaa) :P

Rio sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tas, tiba-tiba ponsel Rio bergetar! Yang menandakan adanya pesan masuk! Rio langsung membukanya.
FROM : +6285233xxxxx
gue tunggu lo di lapangan basket siang ini!
#Debo!
Rio mengernyitkan dahinya!
Selesai membereskan bukunya Rio segera berlari ke lapangan basket!

Lapangan Basket…..

Tanpa rasa ragu ia menghampiri Debo yang sedang mendrible bola basket dengan santai.
“ada perlu apa lo?!” tanya Rio *gaknyante*
Debo hanya tersenyum sinis sambbil menggiring bolanya.
“nyantai Bro!” sahut Debo
“Gue Gak Bisa Lama-Lama! NGERTI lo?” Rio sedikit emosi
(Rio Emosian banget yaaa?-_-)
Debo melihatnya langsng berhenti di hadapan Rio sambil memenggangi bola basketnya!
“gini Bro. gue Cuma mau bilang…”

SKIPPP>>>>>>>>>>>
hahaha Bilang apa coba Debo nya ?:P #GUBBRAK hahah
Di SKIP ya?:O wkwk (readers ngamuk! Gue kena tampol? TIDAKKKKKK…. *ngumpet di punggung Gabriel* HOHO._.v maaf deh! Kan biar pada penasaraaan gitu. Penasaran gak? #PEDEBures gue:P hehehe


***
Tapi hampa terasa disini tanpamu…
Bagi ku semua takkan berarti lagi…
Kuingin kau disini,
Tepiskan sepiku…
Bersamamu…

“Ify.. kamu jadi ikut mamah gak ke bandung?” Mamah Ify sukses membuat Ify terbangun dari lamunan nya tadi!
“hmm, ga tau Mah, Ify juga bingung! Males Mah Ify..” jawab Ify sambil ketawa
“kalo kamu gak ikut juga ga apa-apa Fy, lagian Mamah di Bandung juga ga bakal lama. Setelah pindahan Tante beres juga langsung pulang..” ujar Mamah, sambil tersenyum pada Ify
Ify mengangguk, “iya Mah, kayaknya Ify ga ikut aja ya?”
“iya, terserah kamu sayang. Yang pasti kamu jaga diri baik-baik pas Mamah gak ada di rumah! Jangan macem-macem.” Ucap Mamah lagi
“sipoo Mamah”


***

Aku disini untuk Cinta ..
Memenangkan hati kalahkan dunia..

Sore ini begitu indah. Cakrawala membiaskan violet-violet yang membuat senja ini begitu mempesona. Kicau burung yang hampir tak terdengar atau samar-samar di antara pepohonan lebat di taman ini membuat suasana semakin nyaman.
Via duduk disebuah bangku taman tersebut sambil melantunkan lagu…

Aku ingin engkau selalu,
Hadir dan temani aku..

Tiba-tiba….
“asekk dah! Lagunya bikin gue Galau!” sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah ALVIN.
Via melihat lelaki itu. Memerhatikannya…
“Apa lo?” ujarnya cuek
“weisssst, ampuun qaqa! Sewot banget sih” ucap Alvin sambil terkekeh
“habisan kamunya! Ko jadi Galau sih?”
“haha, kamunya juga nyanyi buat siapa tuh lagunya?” Alvin yang masih tertawa
Via melipat tangan nya di dada. Bibir nya mengerucut.
“uhh” gerutunya
“kenapa? Hahaha ciyee yang kangen sama pacarnya!” Goda Alvin sambil mencolek dagu Via
“ih ih! Apadehh kau!”
“ciyeeee!”Alvin terkekeh melihat tingkah Via
“Woo! Ciyee doong! Aku nyanyi nya buat Pacar ku! Kamu mah gatau ya? Sian deh Apin!”
Alvin menaikkan sebelah alisnya.
“yaudah!” ucap Alvin singkat
“yaudah apa? Kenapa?” Via penasaran
“kalo kamu punya pacar lagi! Yaudah” Alvin terlihat cuek! Matanya terlihat menerawang.
“iya yaudah apa?” sekarang Via lumayan penasaran dengan tingkah Alvin saat ini.
“gue mau terjun aja!”
“HEH!! Gila Lo!” pekik Via!
Alvin agak tertawa menatap Via.
“apa ketawa?”
“kenaapa mukanya jelek begitu neng?” Goda Alvin lagi
Via memutarkan kedua bola matanya.
“Huuuuu dasarr Chubby Lo!” tiba-tiba Alvin
“ih! Kodok Sipit!”
“eh taplak!” Alvin sambil mengacak-acak rambut Via
“uh! Serbet Lo”
“Chubby!”
“gue mah Cantik!” Via Pede
“gue Ganteng!”
“Gue Imut!”
“Imutan gue!”
“gue Manis!!”
“Manisan gue!!!”
“Asem Lo!”
“Pahit Lo!!!”
“ihh ALVIN RESE!!”
“Lo lebih RESE!” Alvin terkekeh
“LO!”
“LO!”
“ELO!”
“ELO!”
“LO!”
“LO!”
“LO!”
“ih Via udah ah!” Alvin mengakhiri perdebatannya dengan Sivia
Alvin mencubit kedua pipi chubby Via
“aw…! Alvin rese ya!!” Via membalas dengan mencubit pinggang Alvin
“ahhhh.. iya iya sorry! Gak gitu lagi deh!” teriak Alvin sambil berlari.
Via tertawa, lalu mengejar Alvin.

“Apin, cape tau..hhhh…hhhhh” sahut Via yang sudah bisa menyamai langkahnya dengan Alvin
“lagian siapa suruh ikut lari kaya begitu!” Alvin berjalan santai sambil menatap Via yang masih dengan nafas yang terseok.
“pulang yuk Vi? sudah hampir malem” sahut Alvin lagi sambil menarik tangan Via
Via masih terlihat menikmati senja ini,
“hey, mau nginep disini mbaa?” goda Alvin
“ih… emang kenapa?” jawab Via asal
“oh yaudah. Kan katanya denger denger disini tuh kalo malem sering ada penampakan gitu… terus…..” belum selesai Alvin meneruskan kalimatnya Via sudah menariknya.
“Ayo pulaaaang!” kata Via setengah berteriak!
Via kan takut banget sama  hal kayak begituan. Heheh
“hahaha , kenapa? Katanya mau nginep?”
“udah diem!! Ayo pulang!” sahut Via lagi

Senja ini memang sudah beranjak!
Matahari telah kembali dari peraduannya.
Langitpun sudah mulai gelap.
Bulan Bintang sudah siap menggantikan sang surya.
Seraya suara adzan menggema dunia, waktu magrib telah tiba.
Kini sudah seharusnya umat muslim mennuntaskan rakaatnya.
Berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Wahai…
Kini malam-Mu telah datang
Kami akan segera menuntaskan rakaat demi rakaat
Berdoa, Berikhtiar, Bersyukur, dan Bersujud kepada-Mu
Runtunan doa tertuju pada-Mu
Bagai kabut putih berpigmen, menunggu giliran


***

Will you stay awake for me…
I don’t wanna miss anything…


Aqueous Humor in her Face.

Mungkin Sudah sebulan lebih sikap Rio berubah dingin seperti ini terhadap Ify! Ify berfikir bahwa Rio udah gak sayang lagi mungkin sama dia! Tapi Ify masih sayang sama Rio!

Ya Tuhan, apa akhir dari semua ini? Apakah aku akan ‘sakit’? aku gak kuat liat sikap Rio yang berubah drastis terhadap aku! Aku sayang dia tuhan, jangan buat hubungan di antara kita ini hancur hanya karna hal yang sepele seperti ini. Batin Ify

“Rio!”panggil Ify yang melihat Rio berjalan ke arah cagiva nya
“hmm? Apa Fy?”
“kamu tuh kenapa sih? Masih marah sama aku?”
“gak!”jawab Rio singkat padet jelas pula ._.v
“Rii, denger aku dulu! Kamu kenapa? Aku gasuka diginiin terus sama kamu! Kalo kamu udah ga sayang sama aku  bilang Yo.. jangan bikin aku tambah sakit..” kata Ify, air mata nya sudah meleleh , membentuk likukan sungai kecil di pipinya. Rio tersentak melihat Ify seperti ini.
“apa ini memang mau kamu? Kamu mau kan aku udah ga sayang lagi sama kamu, dan seterusnya kita putus! Mau hah!? Terus kamu bakal seneng-seneng gitu sama Debo iya kan!!?” bentak Rio
Ify yang paling gasuka dibentak , langsung jatuh terduduk di hadapan Rio.. (rio bodoh! Huh… maaf para *RISE* )
“Rio…” kata Ify sambil menghapus aliran sungai kecil dipipinya tersebut!
Rio terperangah, Ify masih tenggelam dalam tangisnya yang terurai.
“maafin gue Fy? Maaf..” kata kata itu muncul dari Rio sendiri
“maaf Yo, kalo selama ini aku Cuma buat kamu kesel, buat kamu marah, dan ngebuat hidup kamu susah karena adanya aku! Maaf! Makasih Yo atas semua perhatian , kasih sayang, dan sudah banyak mengisi hari-hari aku saaat sepi Yo.. makasih ! aku tau aku bukan yang terbaik buat kamu! Semoga kamu mendapatkan yang terbaik dari pada aku Yo.. dan terimakasih karna saat aku bersamamu kamu selalu ngejaga aku” ujar Ify lemah,
Rio masih dengan keterperangahannya melihat Ify.
Wajah Ify yang putih, bertambah putih dengan pucat di wajahnya. Matanya merah. Air mata Ify tak hentinya keluar. Tetes demi tetes air mata Ify, tetes demi tetes pula kepedihan hati Rio bertambah karena melihat Ify –wanita yang ia sayang- menangis dengan terurai. Rio Cuma pengen liat Ify senyum.
“aku bukan yang terbaik buat kamu, sekarang terserah gimana kamu aja Yo.. maafin aku. Aku gaktau harus gimana lagi (?) kalo kamu lebih bahagia gak sama aku,gapapa ko Yo.. aku bisa ngertiin, mudah-mudahan aja ini semua keputusan terbaik buat kamu, walaupun aku sakit. Aku Cuma pengen liat kamu senyum ko Yo, suatu kesenangan sendiri buat aku kalo liat kamu senyum bahagia” Ify meneruskan kalimatnya, terisak. Tangisnya pecah, Ify menghela nafas panjang!  Rio membangunkan Ify
“Fy maafin aku? Aku yang salah, aku lakuin ini , karna aku pengen tetep nge yakiinin kalo hati kamu itu Cuma buat aku seorang. Maaf in aku fy? Aku yang salah! Gue memang BODOH Fy! Gue BEGO! Maaf udah bikin lo sakit dalam ke-tidak- harusan ini Fy. Maaf? ” Rio memeluk Ify erat! Rio sangat menyesal dengan sikap bodohnya ini!
“tapi Yo?” Ify mendongak
“Maaf Fy? Maaf banget! Aku masih sayang sama kamu! Malah saat kamu deket sama Debo ! rasa sayang aku makin bertambah , itu yg ngebuat aku takut Fy, takut kehilangan kamu!” Rio meyakinkan
Ify hanya terdiam menangis! “jangan nangs lagi! Aku Cuma mau liat senyum kamu! Bukan air mata kamu Fy..okay? please! No Aqueous Humor liebe (kumohon, jangan air mata sayang!) ! I just need your smile dear..” Rio mencium keninng Ify..
Untung saja keadaan disekitar sekolah sudah sepi jadi tak ada yang menyaksikan –kelangakaan adegan mereka berdua kecuali Alvin dan Sivia pastinya! Yang sedari tadi melihat kejadian itu.
“maafin aku Fy? Aku sayang kamu! Gak boleh ada yang ngambil kamu dari hati aku! Titik! Siapapun itu! tapi kalo kamu Benci sama aku.. aku terima ko Fy, ini udah resiko aku mungkin. Maaf Fy. Sekali lagi Maaf” seru Rio , Ify mulaai menyunggingkan  senyum di bibir nya.
“kalo aku benci sama kamu gimana?”
Rio hanya menunduk,
“yaudahlah Fy, sekali lagi maafin aku ya..” lirih Rio sambil berniat melangkahkan kakinya. Meninggalkan tempat itu.
Rasa Kecewa yang melembaga dalam diri Rio saat ini. Dia menghela nafas panjang, memaksa oksigen masuk ke rongga parunya untuk bisa merasa lebih tenang. Gagal. Hal itu sama sekali tak membuat sesak dalam dadanya berkurang!
Tiba-tiba...
“makasih Yo, aku juga sayang kamu!” sahut Ify sambil memeluk tubuh Rio dari belakang. Rio kaget. Hal ini tiba-tiba Ify lakukan.
Rio membalikan badanya dan melepaskan pelukan Ify. Rio mengahdap Ify.
“Ify?” ucapnya
Ify tersenyum
“apa?”
“kamu..”
“aku sayang ko sama kamu! Tapi aku gasuka kamu ngelakuin hal bodoh macam yang kamu lakuin sama aku! Kesel banget dah… tapi itu gak cukup buat jadiin alasan ngebenci kamu!” Ify berucap sambil terus memamerkan senyum manisnya.
Rio terdiam
“maaf ya?”
“iya…”
“jadi kamu mau jadi pacar aku lagi?”
Ify mengernyitkan dahinya.
“lagi?? Emang kita pernah putus ya? Fikir ku belum deh” Ify langsung berlari ke arah Alvin dan Sivia berada.
Via dan Alvin hanya tertawa
“Wey IPIIII” Rio mengejar Ify
“aaaaaaaaaaa, ka Alvin, Via tolong gue! Gue dikejar-kejar orang gila” Ify terus berlari
“sarap Lo” pekik Rio
“kenapa lo suka?” Ify tiba-tiba
Rio hanya tersenyum memamerkan giginya.
Yang lainnya hanya tertawa
Tiba-tiba….
BRUKKKK
Kebiasaan Ify..
Ify jatuh tersungkur….
“IFY?” Rio khawatir
“kaka?” ucap Ify
“iya? Langgeng ya sama Rio. Maaf yang kemarin-kemarin sempet bikin hubungan kalian agak renggang. Tapi swear deh, gue gak bermaksud ngehancurin hubungan lo sama Rio Fy?” Sahut orang yang ditabrak Ify sambil membangunkan Ify
“iya, gapapa ka Debo. Gue udah maafin lo ko” Ify tersenyum
“lo emang baek ya Fy. Beruntung Lo dapet Ify,Bro” ucap Debo pada Ify dan Rio yang daritadi sudah ada di belakang Ify.
Rio tersenyum.
“thanks Bro!” Rio yang mengatakannya
Ify heran sama Rio! Tapi Ify cukup lega juga kalo memang mereka sudah baikkan.
Tapi bingung juga , soalnya Ify kan gatau gimana mereka baikkan atau sebagainya!

*FLASHBACK ON*

TETTT…. TETTTT… TEETTTT (bunyi bel sekolah ceritanyaaaa) :P

Rio sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tas, tiba-tiba ponsel Rio bergetar! Yang menandakan adanya pesan masuk! Rio langsung membukanya.
FROM : +6285233xxxxx
gue tunggu lo di lapangan basket siang ini!
#Debo!
Rio mengernyitkan dahinya!
Selesai membereskan bukunya Rio segera berlari ke lapangan basket!

Lapangan Basket…..

Tanpa rasa ragu ia menghampiri Debo yang sedang mendrible bola basket dengan santai.
“ada perlu apa lo?!” tanya Rio *gaknyante*
Debo hanya tersenyum sinis sambbil menggiring bolanya.
“nyantai Bro!” sahut Debo
“Gue Gak Bisa Lama-Lama! NGERTI lo?” Rio sedikit emosi
(Rio Emosian banget yaaa?-_-)
Debo melihatnya langsng berhenti di hadapan Rio sambil memenggangi bola basketnya!
“gini Bro. gue Cuma mau bilang sama Lo! Gue ngaku, dari pertama gue ngeliat Ify, gue udah suka saama dia! Tapi Ify nya gak suka sama gue. Dia udah nolak gue. Dan mungkin sekarang gue memang harus ngerelain Ify. Dan Lo! Jaga Ify baik-baik ya? Langgeng terus Bro! jangan sampe lo bikin Ify sakit!!!” ucap Debo. Yakin
Rio menaikan alis kanannya.
“jadi lo udah pernah nembak Ify gitu?” tanya Rio penasaran
Mata Rio terlihat menerawang. Debo agak menunduk, memerhatikan Bola Basketnya.
“yup! Gitu deh! Pas malem itu. gue tau lo bakal jemput Ify! Sekarang jaga Ify! Gue anggap dia adek gue sendiri! Jangan pernah sakitin IFY! Ngerti kan lo?” sahut Debo! Mantap
Rio membuang pandangannya terhadap Debo.
“oke! Gue gak bakal nyakitin dia! Dan bagaimana pun! Gue ngucapin makasih ke lo sob! Thanks!” Rio menghela nafas. Menengadah
Awan sekarang sudah mulai mendung! Sepertinya rintik hujan sudah siap menyiram Bumi ini.
Rio dan Debo sudah mulai akrab sejak saat ini, detik ini, menit ini.


 AUTHOR V.O.P
Kita teriak …. AMIIIIIIIIIIIIIIINNNNN !!!
Hahaha maaf jadi gaje nih… udah mulai buntu heheh maaf ya?:D”

*FLASHBACK OFF*
 


“kayaknya gue udah mutusin semuanya! Gue bakal ikut bokap gue ke Bandung”
“wahh, serius lo ka?” Ify penasaran
“iya Fy! Yo, jaga Ify baik-baik ya? Gimana juga Ify udah gue anggep sebagai adek gue sendiri! Okay myBro?” Debo berkata lagi
“pasti Bro! lo tenang aja!” ucap Rio mantap
“kalo gitu gue duluan yaa? Bye guys! See u!” Debo langsung melangkahkan kakinya dari tempat Ify dan Rio berdiri, melambaikan tangannya.
RiFy membalasnya dan tersenyum.
Hal yang sama pun dilakukan oleh Alvin dan Via.


Rio mengacak-acak rambut Ify! Ify tersenyum!
AlVia [Alvin-Via] menghampiri mereka.
“beginikan lebih baik..” seru Sivia sambil tersenyum
“bener !” ujar Alvin mantap!
RiFy [Rio-Ify] hanya tersenyum
“eh Fy, lo jadi pindah ke Bandung ?” tiba-tiba Via bertanya, mata Rio dan Alvin menerawang.
“allez-vous, Vi?” { Mau Kemana , Vi? } tanya Rio penasaran dan untuk memastikan sambil menatap Ify
“VIAAAAAAAAAAAAA! Apaan sih? Siapa juga yang mau pindah!huh..” Ify melengos
Via mengangkat sebelah alisnya
“Fy? Pindah? Maksudya apa?” Rio penasaran
“hm, gak pindah ko Yo. Itu mah Via aja! Salah info dia. Gak pindah, orang Cuma mau bantu-bantu tante aku doang pindahan ke Bandung. Lagian aku pun gak ikut! Jadi Cuma Mamah doang yang ikut tante..” sahut Ify menjelaskan
AlVia meng-o-kan mulutnya, Rio pun begitu!
“Kamu gak boleh jauh jauh dari aku ya..” ujar Rio
Ify menatap wajah Rio, lalu tersenyum

“eh Chubby! Awas aja Lo sampe pergi dari hati gue! Gue rebus Lo!” tiba-tiba Alvin mengagetkan Sivia
“kampret Lo Vin! Memang gue apaan maen rebus-rebus aje!” Via melengos sambil menjitak kepala Alvin. Sukses. Avin kesakitan.
“biarin! Ntar gue karungin Lo!” Alvin terus menggoda Via
“coba aja kalo lo bisa?wleeee! dasar Kodok Sipit!” ucap Via sambil menjulurkan lidahnya lalu berlari
Alvin mengejar Sivia.
“Eh, Chubby! Tengil lo ya? Awas Lo! Ketangkep gue Gantung!” Alvin berteriak sambil terus mengejar Sivia.
Rio dan Ify hanya terkekeh melihat semuanya.


Hidup ini hidup yang penuh bahagia…
Tetap semangat dan jangan putus asa…
Hidup ini hidup yang sangat berarti…
Terus berjuang tuk menggapai impian…

“Kenyataaan… Hidup itu indah!
Tetap jalani, syukuri, dan nikmati!
Tak lupa untuk selalu berdoa, Bersujud, bertawakal, dan bersyukur kepada-Nya!
 Always Remember To God!”


THE END! :P
***


Dentingan Piano kini memenuhi ruang tamu rumah Ify,nadanya mengalun sangat indah, membuat nyaman! Ify memang lihai dengan hal bermain piano. Bahkan disaat sedang sepi sendiri Ify biasa memainkan piano dengan senandung hatinya yang menemani.